Pemanfaatan Ekstrak Jahe Sebagai Teknologi Biostimulan Dan Pengendali Hayati Pada Tanaman Cabai

Authors

  • Elsa Greta Mendrofa Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Nias
  • Lase Septiani Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nias, Gunungsitoli, Sumatera Utara, Indonesia
  • Ndruru Eka Julianti Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nias, Gunungsitoli, Sumatera Utara, Indonesia
  • Mendrofa Elviana Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nias, Gunungsitoli, Sumatera Utara, Indonesia
  • Zebua Helmin Parida Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nias, Gunungsitoli, Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JITPA.2026.v11.i01.p03

Keywords:

Bioaktif Jahe, Teknologi Biostimulan, Pengendali Hayati, Pertumbuhan Tanaman, Ketahanan Cabai

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan bioaktif ekstrak jahe Zingiber officinale L.) sebagai biostimulan dan agen pengendali hayati dalam meningkatkan pertumbuhan serta ketahanan tanaman cabai (Capsicum annuum L.) terhadap stres biotik dan abiotik. Penelitian dilakukan melalui studi pustaka dengan menelaah literatur ilmiah nasional dan internasional yang relevan dengan kandungan bioaktif jahe serta mekanisme pengaruhnya terhadap fisiologi dan ketahanan tanaman. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak jahe pada konsentrasi sekitar 10% mampu meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman cabai dan menurunkan intensitas serangan patogen, khususnya Fusarium oxysporum, hingga 50–70% dibandingkan kontrol. Senyawa bioaktif tersebut berperan dalam meningkatkan efisiensi metabolisme tanaman, memperkuat sistem pertahanan alami, serta menekan stres oksidatif akibat tekanan lingkungan. Dengan demikian, ekstrak jahe berpotensi dikembangkan sebagai input alami yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk meningkatkan pertumbuhan serta ketahanan tanaman cabai sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pestisida sintetis.

 

References

1. Wardani NW, Fusarium L, Bakeri L, Keriting V, Pucuk M. Analisa Penyebab Kerusakan Tanaman Cabai Menggunakan Metode K-Means. 2020;7(2):126–34.

2. Polii MGM, Sondakh TD, Raintung JSM, Doodoh B, Titah T. KAJIAN TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN CABAI (Capsicum annuum L.) KABUPATEN MINAHASA TENGGARA A STUDY ON CULTIVATION TECHNIQUES FOR CHILI (Capsicum annuum L.) IN SOUTHEAST MINAHASA REGENCY. J Eugenia. 2019;25(3):73–7.

3. Kelompok P, Di T, Terara K. Jurnal Agri Rinjani Volume 1, Nomor 2 (2024) : 2807-551X. 2024;1:34–40.

4. Azhari A, Azmi LA, Hariyadi I. Sosialisasi dan Pembuatan Biosaka Sebagai Solusi dalam Mengurangi Penggunaan Pupuk Kimia di Desa Selaparang. J Pengabdi Magister Pendidik IPA. 2023;6(1):4–7.

5. Asmaul Mustaniroh S, Ainuz Zahro F, Yulianingsih R, Dewi Andriani R, Mayang Sabrina Sunyoto N, Candra Kirana W, et al. Diseminasi Teknologi Produksi Agens Hayati sebagai Solusi Alternatif dalam Produktivitas Buah Naga. J Abdimas Madani dan Lestari. 2024;06(02):127–38.

6. Siregar PNB, Pedha KIT, Resmianto KFW, Chandra N, Maharani VN, Riswanto FDO. Review: Kandungan Kimia Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dan Pembuktian In Silico sebagai Inhibitor SARS-CoV-2. J Pharmascience. 2022;9(2):185.

7. DAN ANTIBAKTERI PADA RIMPANG JAHE Priscinya Christiana Debora A, Ayu Pratama A, Ambarati T, Granadha S, Nuriah S, Ilmu Kesehatan F, et al. Review Artikel: Efektivitas Senyawa. 2022;19–29.

8. CHRISMAYANTI NKSD, SUASTINI KD, CAWIS NLSA, DEWI NWS. Pengaruh Ekstrak Jahe Merah (Zingiber Officinale.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Shigella Dysentriae. Hang Tuah Med J. 2021;18(2):136.

9. Purnomo SH, Azis MA, Apriliani S. Peningkatan Produktivitas Tanaman Hortikultura dan Pangan dengan Menggunakan Pupuk Organik menuju Pertanian Berkelanjutan. Abdimas Galuh. 2025;7(1):641.

10. Mao QQ, Xu XY, Cao SY, Gan RY, Corke H, Beta T, et al. Bioactive compounds and bioactivities of ginger (zingiber officinale roscoe). Foods. 2019;8(6):1–21.

11. Basalingamma P, Kumar NKH, Jagannath S. Allelopathic efficacy of aqueous extracts of Zingiber officinale Rosc. on germination, vigour, growth and yield of Vigna radiata L. J Appl Biol Biotechnol. 2015;3(05):48–51.

12. Hyder S, Gondal AS, Sehar A, Khan AR, Riaz N, Rizvi ZF, et al. Use of ginger extract and bacterial inoculants for the suppression of Alternaria solani causing early blight disease in Tomato. BMC Plant Biol. 2024;24(1):1–17.

13. Ali EF, Al-Yasi HM, Issa AA, Hessini K, Hassan FAS. Ginger Extract and Fulvic Acid Foliar Applications as Novel Practical Approaches to Improve the Growth and Productivity of Damask Rose. Plants. 2022;11(3).

14. Choudhary DK, Prakash A, Johri BN. Induced systemic resistance (ISR) in plants: Mechanism of action. Indian J Microbiol. 2007;47(4):289–97.

15. Zhu L, Zhou W, Wang J, Guo J, Zhou C. Root exudate-mediated assemblage of rhizo-microbiome enhances Fusarium wilt suppression in chrysanthemum. Microbiol Res. 2025;292:128031.

16. Boedi Iman Halanobis AB, Siswoyo TA. PERUBAHAN SENYAWA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA RIMPANG JAHE (Zingiber officinale) SELAMA FASE TUMBUH TUNAS. Berk Ilm Pertan. 2022;5(1):22.

17. Alexa Griffith Jaya Leslie, Shirly Gunawan. Ekstrak Jahe Merah (Zingiber Officinale Var. Rubrum):Uji Fitokimia, Analisa Sidik Jari, Kapasitas TotalAntioksidan, Dan Penentuan Kadar Fenolik. J Kesehat Tambusai. 2023;4(2):2007–16.

agrotechno

Downloads

Published

2026-05-02

How to Cite

Mendrofa, E. G., Septiani, L., Eka Julianti, N., Elviana, M., & Helmin Parida, Z. (2026). Pemanfaatan Ekstrak Jahe Sebagai Teknologi Biostimulan Dan Pengendali Hayati Pada Tanaman Cabai . Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 11(1), 26–31. https://doi.org/10.24843/JITPA.2026.v11.i01.p03

Issue

Section

Article Review

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.