Keragaman Unsur Hara Nitrogen pada Lahan Sawah di Desa Maduran, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan Jawa Timur
DOI:
https://doi.org/10.24843/JITPA.2019.v04.i01.p03Keywords:
lahan sawah, nitrogen, peta keragamanAbstract
Informasi keragaman pada suatu daerah dapat dijelaskan dengan membagi daerah tertentu ke dalam zona homogen. Proses homogenitas dalam sistem informasi geografis dilakukan dengan menggunakan interpolasi. Interpolasi spasial adalah memperkirakan nilai sebuah variabel lapangan yang tidak termasuk dalam sampel penelitian dan berlokasi di dalam area yang dicakup oleh lokasi sampel. Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan keragaman unsur hara nitrogen dengan sifat pendukung tanah seperti EC (Electrical Conductivity), pH (Derajat keasaman), kadar air, SOM (Soil Organic Matter) pada lahan sawah di Desa Maduran, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dengan luas 142 ha. Penelitian ini menggunakan analisis spasial IDW atau jarak inverse tertimbang. Teknik IDW mengasumsikan setiap titik memiliki pengaruh lokal, yang berbanding terbalik dengan kekuatan yang dipilih dari kejauhan. Unsur hara nitrogen tersedia pada lahan menunjukkan keragaman yang memiliki range termasuk kategori rendah hingga sedang, nitrogen pada lahan memiliki rata-rata sedang sebesar 0,25 persen. Distribusi nitrogen pada lahan termasuk kategori significant cluster yaitu distribusi secara kelompok dan memiliki hubungan pada setiap lokasi. Rata-rata sifat pendukung tanah pH, EC, SOM, dan kadar air masing-masing sebesar (7,25; 0,852 mS/cm; 22,43% dan 10,70%). Keragaman unsur hara nitrogen yang rendah terdapat pada lahan yang memiliki kadar air rendah, SOM gambut rendah, EC sangat rendah dan pH netral. Sedangkan unsur hara nitrogen sedang terdapat pada lahan kadar air sedang, SOM gambut sedang, EC sangat rendah hingga rendah dan pH netral.
References
Badan Litbang Pertanian, 2006. Kumpulan Istilah Ilmu Tanah Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian
Badan Litbang Pertanian- Departemen Pertanian. Istilah Ilmu Tanah.
BBP. 2015. Status Hara dan Pelestarian Kesuburan Lahan Kering. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.
BPS. 2016. Kecamatan Maduran dalam Angka 2016. Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan.
BPS. 2018. Kecamatan Maduran dalam Angka 2018. Badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan.
Danoedoro, P. 2016. Pengaruh Jumlah dan Metode Pengambilan Titik Sampel Penguji Terhadap Tingkat Akurasi Klasifikasi Citra Digital Penginderaan Jauh. Fakultas Geografis. Universitas Gadja Madha. Yogyakarta. Diakses http://www. researchgate.net/ publication/302581258.[17 september 2018] [jurnal].
Djaenudin, D., H. Marwah., H. Subagjo., dan A. Hidayah. 2011. Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan untuk Komoditas Pertanian. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor.
Indranada, H.K. 1994. Pengelolaan Kesuburan Tanah. Bumi Aksara. Jakarta
Jensen, J.R. 2005. Introductory Digital Image Processing- A Remote Sensing Perspective, 3rd edition. Prentice Hall. Englewood Cliffs, N.J.
Marwanto, S., D.E. Rachman dan I.G.M Subiksa. 2009. Tingkat Salinitas Tanah pada Lahan Sawah Intensif di Kabupaten Indramayu. Jawa Barat.
Ngadirin.,Widianto., dan Z. Kusuma. 2013. Intruksi Kerja Pengambilan Sampel Tanah. Universitas Brawijaya. Malang.
Nurhayati. 2009. Pengaruh Cekaman Air pada Dua Jenis Tanah terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max (L.) Merril). Fakultas Pertanian Unsyiah. Darussalam. Banda Aceh. Floratek 4: 55-64.
Patti, P.S., E. Kaya, dan Ch. Silahooy. 2013. Analisis Status Nitrogen Tanah dalam Kaitannya dengan Serapam N Oleh Tanaman Padi Sawah di Desa Waimital, Kecamatan Kaihatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Universitas Patimura. Ambon. Agrologia 2(1):51-58.
Pramono, G.H. 2008. Akurasi Metode IDW dan Kringing untuk Interpolasi Sebaran Sedimen Tersuspensi di Maros, Sulawesi Selatan. Forum Geografi.
Rachmiati, Y., 2013. Hubungan Iklim dan Tanah. Pusat Penelitian Teh dan Kina. Gambung.
Suganda, H., A. Rachman dan Sutono. 2006. Petunjuk Pengambilan Contoh Tanah. Balittanah. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor
Suripin. 2001. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Penerbit Andi Offset. Yogyakarta.
Syekhfani. 2010. Hubungan - Hara – Tanah - Air – Tanaman. Dasar Kesuburan Tanah Berkelanjutan. Edisi ke-2. PMN – ITS, Surabaya, 247 p.
Tarigan, E.S.B., H. Guchi dan P. Marbun. 2015. Evaluasi Status Bahan Organik dan Sifat Fisik Tanah (Bulk Density, Tekstur, Suhu Tanah) pada Lahan Tanaman Kopi (Coffe Sp.) di Beberapa Kecamatan Kabupaten Dairi. PS.Agrotekno. Pertanian. USU. Medan. Agrotekno 3(1):246-256.
Wijaya, I.M.A.S., I.P.G.A.Subagiana dan I.W Tika. 2012. Variasi Spatial Unsur Hara N, P, dan K pada Lahan Padi Sawah (Studi Kasus di Kabupaten Klungkung). Proseiding Semnas Perteta. Unud. Denpasar. p.742-755. Diakses [15 Mei 2018].
Wuryandari, T., A.Hoyyi., D.S. Kusumawardani., dan D. Rahmawati. 2014. Identifikasi Autokorelasi Spasial pada Jumlah Pengangguran di Jawa Tengah Menggunakan Indeks Moran. Universitas Diponegoro. Media Statistika. Semarang. 7(1):(1-10).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wahyuni Mawadatin Niklah, Ida Ayu Gede Bintang Madrini, I Made Anom Sutrisna Wijaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.