Peningkatan Efisiensi Penggunaan Air Irigasi dengan Aplikasi Jadual Tanam Secara “Nyorog” pada Subak

Authors

  • I Wayan Tika Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia.
  • I. A. Bintang Madrini Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia.
  • Sumiyati . Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.24843/JITPA.2019.v04.i01.p05

Keywords:

subak, jadual tanam, nyorog, efisiensi, air irigasi

Abstract

Salah satu program penting dalam intensifikasi budidaya padi adalah pengelolaan air irigasi yang efisien. Pada subak di Bali pelaksanaan jadual tanam biasanya dilakukan secara serenpak sehingga terjadi puncak kebutuhan air yang tinggi. Akibatnya sangat berisiko terhadap kekurangan atau kelebihan air irigasai pada subak tersebut. Kondisi demikian menyebabkan efisiensi penggunaan air irigasi pada subak menjadi rendah. Salah satu solusi untuk meingkatkan efisiensi penggunaan air irigasi tersebut adalah dengan melakukan jadual tanam tidak serenpak yang pada subak dikenal dengan istilah nyorog. Dengan demikian perlu dikaji besarnya peningkatan efisiensi penggunaan air irigasi jika jadual tanam dilakukan secara nyorog Berdasarkan data yang telah dikompilasi diperoleh efisiensi penggunaan air irigasi yang dilakukan saat ini sebesar 76,52%. Saat ini pada obyek penelitian jadual tanam dibagi menjadi dua kelompok dengan beda jadual tanam antar kelompok tersebut sekitar satu bulan, dengan awal jadual tanam mulai Pebruari I.  Jika dilakukan jadual tanam secara serempak pada Pebruari II diperoleh efisiensi penggunaan air irigasi sebesar 69,05%.  Jika jadual tanam dilakukan secara nyorog dengan membagi subak menjadi empat kelompok dan setiap kelompok perbedaan jadual tanam sekitar setengah bulan serta awal jadual tanam pada Bulan Pebruari I maka diperoleh efisiensi penggunaan air irigasinya 86,52%.  Dengan demikian jadual tanam secara nyorog dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air irigasi dari 69,05% menjadi 86,52%. 

References

Doorenbos, J., A.H. Kassam., and C.L.M. Bentveelsen. 1986. Yield Response to Water. FAO. Rome.

Doorenbos, J., & Kassam, A. H. (1979). Yield response to water. Irrigation and drainage paper, 33, 257.

Hansen, V.E., Orson, W.I., dan Glen, E.S. 1992. Dasar–Dasar Praktek Irigasi. Penerbit Erlangga. Jakarta.

Limantara, L.M., 2010, Hidrologi Teknik, Lubuk Agung, Bandung.

Loebis, J. 1992. Bangunan Air. Yayasan Badan Penerbit Pekerjaan Umum. Jakarta

Munir, A. (2012). Peningkatan produktivitas dan efisiensi air dalam pertanian Madura. Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi, 5(2), 125-131.

Pusposutardjo, S. (2001). Pengembangan irigasi (Usaha tani berkelanjutan dan gerakan hemat air. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan nasional.

Sutawan, 2008. Organisasi dan Manajemen Subak di Bali. Pustaka Bali Post. Denpasar.

Tabbal, D. F., Lampayan, R. M., & Bhuiyan, S. I. (1993). Water efficient irrigation technique for rice. Philippine Journal of Crop Science (Philippines).

Windia, W. 2008. Menuju Sistem Irigasi Subak yang Berkelanjutan di Bali. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Dalam Bidang Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Pada Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Denpasar.

Agrotechno

Downloads

Published

2019-06-19

How to Cite

Tika, I. W., I. A. Bintang Madrini, & Sumiyati . (2019). Peningkatan Efisiensi Penggunaan Air Irigasi dengan Aplikasi Jadual Tanam Secara “Nyorog” pada Subak. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 4(1), 35–43. https://doi.org/10.24843/JITPA.2019.v04.i01.p05

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.