Kerusakan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Bubuk Simplesia Rimpang Jahe (Zingiber officinale Roscoe) oleh Cahaya dan Panas

Authors

  • Lutfi Suhendra Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/JITPA/2016.v01.i02.p08

Keywords:

Simplesia jahe, antioksidan dan pengeringan

Abstract

Tujuan penelitian adalah meminimalkan terbentuknya oksigen singlet dengan cara meminimalkan pengaruh cahaya pada tahap proses pengeringan dalam pembuatan simplesia jahe sehingga diperoleh kandungan antioksidan yang tinggi. Penelitian ini menentukan cara dan lama pengeringan yang tepat pada pembuatan simplesia jahe. Penelitian ini dicobakan dengan menggunakan dua cara pengeringan yaitu pengeringan oven (suhu 45oC dalam gelap) dan penjemuran sinar matahari (cahaya dan panas). Kedua cara pengeringan tersebut divariasi dengan lama pengeringan yaitu 0, 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45 50, dan 55 jam yang diulang dua kali. Aktivitas antioksidan sintetis Butylated Hidroxytoluene (BHT) digunakan sebagai pembanding. Pengujian meliputi aktivitas antioksidan dengan metode Thiobarbituric Acid (TBA) dan Ferry Thiocyanate (FTC). Data dari masing-masing cara pengeringan dianalisis dengan analisis regresi linier, kuadratik dan eksponensial. Penentuan persamaan dan grafik terpilih dilihat dari nilai R2 tertinggi. Hasil Aktivitas antioksidan simplesia jahe pada beberapa pengujian (FTC dan TBA), metode pengering oven (panas) mempunyai kemampuan aktivitas antioksidan lebih baik dibandingkan metode pengering sinar matahari (cahaya dan panas). Pengering oven yang mempunyai aktivitas tinggi dengan kadar air di bawah 10% yaitu pada lama pengeringan 15 jam pada suhu 45oC. Konsentrasi optimum ekstrak bubuk simplesia jahe yang mempunyai aktivitas antioksidan setara dengan aktivitas antioksida sintesis BHT (200 ppm) adalah 1800 ppm.

References

Afifah, E.2003. Khasiat dan Manfaat Temulawak Rimpang Penyembuh Aneka Penyakit PT Agromedia Pustaka. Jakarta.

Auroma, O.I., Spencer, J.P.E, Warren, D., Jenner, P., Butler, J. and Halliwell, B.1997. Characterization of Food Antioxidants, Illustrated using Commercial Garlic and Ginger Prepation. J. Food Chem. 60 (2):149 156.

Rhizome and Its Application to Meat Products. J. Food Science. 51(1):2023. Min, D.B., and Boff, J.M.2002. Chemistry and

Reaction of Singlet Oxygen in Foods. Comprehensive Reviews in Food and Food Safety. (1):58-72.

Nurrahman, Zakaria, F.R., Sajuthi, D., dan Sanjaya.1999. Pengaruh Konsumsi Sari Jahe terhadap Perlindungan Limfosit dari Stress Oksidatif pada Mahasiswa Pondok Pesantren Ulil Al Baab. Seminar Nasional Industri Pangan.

Raharjo, S.2004. Kerusakan Oksidatif pada Makanan. Pusat Studi Pangan & Gizi. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Santosa, U., Sukardi dan Anggrahani, S.2000. Pengaruh Pemanasan terhadap Daya Tangkap Radikal Ekstrak Beberapa Macam Rimpang. Seminar Nasional Industri Pangan.

Tejasari Kikuzaki, H. and Nakatami, N.1993. Antioxidant Effects of Some Ginger Constituents. J. Food science. 58 (6):1407-1410.

Lee, Y.B., Kim, Y.S. and Ashmore, C.R.1986 Antioxidant Property in Ginger dan Zakaria, F.R.2000. Sifat

Fungsional Jahe: Fraksi 1 dan Fraksi 2 Bioaktif Oleorisisn Rimpang Jahe (Zingiber officinale Roscoe) Menurunkan Produk Peroksidasi Lipid Membran Sel Limfosit in Vitro. Seminar Nasional Industri Pangan.

argotechno

Downloads

Published

2017-08-30

How to Cite

Suhendra , L. (2017). Kerusakan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Bubuk Simplesia Rimpang Jahe (Zingiber officinale Roscoe) oleh Cahaya dan Panas. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 1(2), 123–132. https://doi.org/10.24843/JITPA/2016.v01.i02.p08

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.