Pengaruh Pencucian dan Perebusan terhadap Residu Insektisida pada Asparagus (Asparagus Officinalis) yang Dihasilkan di Kabupaten Badung

Authors

  • I Gusti Ayu Lani Triani Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana
  • I.A. Mahatma Tuningrat Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/JITPA.2016.v01.i01.p08

Keywords:

pencucian, perebusan, mutu sensoris dan residu insektisida.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pencucian dan perebusan terhadap kadar residuinsektisida dan karakteristik mutu sensoris pada asparagus, menentukan lama pencucian dan perebusanyang tepat untuk menurunkan kadar residu insektisida dan menghasilkan karakteristik asparagus yangdisukai. Pengambilan sampel dilakukan di petani di desa Bukian, Kabupaten Badung. Kombinasiperlakuan pada penelitian ini adalah: (1) Cuci 0 detik, rebus 0 menit, (2) Cuci 15 detik, rebus 0 menit, (3)Cuci 30 detik, rebus 0 menit, (4) cuci 0 detik, rebus 5 menit, (5) cuci 15 detik, rebus 5 menit, (6) cuci 30detik, rebus 5 menit, (7) cuci 0 detik, rebus 10 menit, (8) cuci 15 detik, rebus 10 menit dan (9) cuci 30detik, rebus 10 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama pencucian dan perebusan berpengaruhterhadap kadar residu insektisida yaitu berkisar 0.01449 – 0.03615 mg/kg, hasil tersebut masih berada dibawah Baku Mutu Residu (BMR). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa lama pencucian danperebusan berpengaruh terhadap karakteristik mutu sensoris dari sayuran asparagus. Asparagus denganperlakukan lama pencucian 30 detik dan perebusan 5 menit menghasilkan penurunan residu insektisidadeltametrin sekitar 45%, memiliki warna hijau agak muda, tekstur lunak dan karakteristik disukai

References

Alen, Y., Zulhidayati dan S. Netty. Pemeriksaan Residu Pestisida Profenofos Pada Selada (Lactuca SativaL.) Dengan Metode Kromatografi Gas. Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 2014, Vol. 1, No. 2, Hal. 140-149.

Badan Standarisasi Nasional. Batas Maksimum Residu Pestisida pada Hasil Pertanian (SNI. 7313.1008). Jakarta, 2008.

Maruli, A., D.N Santi., dan E. Naria. Analisa kadar residu insektisida golongan organofosfat pada kubis (Brassica oleracea) setelah pencucian dan pemasakan di Desa Dolat Rakyat Kabupaten Karo. http://jurnal.usu.ac.id/index.php/lkk/article/v iew/1635/937, 2012

Soekarto, S.T. Penilaian Organoleptik untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Bharata Karya Aksara, Jakarta, 1985.

Triani, I.G.A.L. Residu Insektisida Sidazinon pada Kacang Panjang (Vigna sinensis) yang Dihasilkan di Kabupaten Tabanan. Bali : Tesis, Universitas Udayana, 2005

Triani, I GA. L, I.BW. Gunam dan L.P. Wrasiati. Analisis Residu Insektisida pada Kacang Panjang (Vigna sinensis) yang Dihasilkan di Kabupaten Tabanan. Laporan Akhir Penelitian Hibah Bersaing, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana. Bukit Jimbaran, Bali, 2013.

Triani, I GA. L, I.A.M. Tuningrat dan L.P. Wrasiati. Analisis Residu Insektisida pada Kacang Panjang (Vigna Sinensis) yang Dihasilkan di Kabupaten Tabanan. Laporan Akhir Penelitian Hibah Bersaing (tahun ke-2), Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana. Bukit Jimbaran, Bali, 2014.

Zang, Z.Y, X.J. Liu and X.Y. Hong. Evects of Home Preparation on Pesticide Residue in Cabbage. Journal Food Control 18, 2007, page 1484 – 1487.

Agrotechno

Downloads

Published

2016-04-03

How to Cite

Ayu Lani Triani, I. G., & Mahatma Tuningrat, I. (2016). Pengaruh Pencucian dan Perebusan terhadap Residu Insektisida pada Asparagus (Asparagus Officinalis) yang Dihasilkan di Kabupaten Badung. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 1(01), 51–55. https://doi.org/10.24843/JITPA.2016.v01.i01.p08

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.