Pemodelan Intersepsi untuk Pendugaan Aliran Permukaan

Authors

  • Risky Munandar Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala
  • Dewi Sri Jayanti Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

DOI:

https://doi.org/10.24843/JITPA.2016.v01.i01.p10

Keywords:

Intersepsi,, aliran permukaan, model, Visual basic, Net 2008, Jati, Pinus

Abstract

Intersepsi hujan adalah proses tertahannya air hujan pada permukaan vegetasi sebelum diuapkan kembalike atmosfer. Aliran permukaan merupakan sebagian dari air hujan yang mengalir di ataspermukaan tanah. Tanaman yang digunakan berfungsi untuk mengurangi erosivitas hujan dan aliranpermukaan dengan mengintersepsi hujan yang jatuh diatasnya. Penelitian ini bertujuan untukmengembangkan model intersepsi sebagai fungsi karakteristik hujan pada tanaman jati dan pinus danmenyusun perangkat lunak perhitungan intersepsi dan limpasan permukaan menggunakan VisualBasic. Net 2008 . Penelitian ini menggunakan pendekatan neraca volume, dengan pengukuran curahhujan dan intersepsi selama 15 hari kejadian hujan. Intersepsi pada pohon Jati lebih tinggi dibandingkanpohon Pinus. Besarnya perbandingan hasil pengukuran intersepsi dan model diperoleh persamaan padatanaman. Is = –3E – 07R4 – 2E-05R3 + 0,0132R2 – 0,2194R + 6,0754 dengan R2 = 0,9766 sedangkanuntuk tanaman Pinus IS = 0,0052 R2 + 0,0954R + 2,0833 dengan R2 = 0,962. Model untuk limpasanpermukaan diperoleh persamaan untuk tanaman Jati RO = –9E-05 R2 + 0,0331R + 0,8049 dengan R2 =0,8061 sedangkan untuk tanaman Pinus RO = 1E–05R3 – 0,0018 R2 + 0,1011R – 0,1629 dengan R2 =0,8002. Perangkat lunak yang telah dibuat dalam pemodelan ini sudah dapat digunakan dan berjalandengan baik dan telah dilakukan verifikasi dan validasinya. Hasil verifikasi permodelan ini diketahuibahwa hasil perhitungan dalam perangkat lunak perhitungan sesuai dengan Microsoft Excel

References

Anwar, M. 2005. Dampak Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Intersepsi Hujan (Kasus Sub Das Nopu Sulawesi Tengah). Sekolah Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Anwar. 2004. Pendugaan Intersepsi pada Beberapa Penggunaan Lahan Hutan di Taman Nasional Lore Lindu-Sulteng. Tesis. Sekolah Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Asdak, C. 2006. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Dinas Kehutanan. 2007. Penyusun Rancangan Pembangunan KPH Tahura Pocut Meurah Intan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Aceh.

Hadi, M.P. 2006. Pengembangan Model Intersepsi pada Semak Belukar. Majalah Geografi Indonesia. 20 (1): 67–78.

Indarto. 2010. Hidrologi Dasar Teori dan Contoh Model Hidrologi. PT. Bumi Aksara. Jakarta.

Kaimuddin, 1994. Kajian Model Penggunaan Intersepsi Hujan pada Tegakan Pinus Merkusi, Agathis Loranthifolia dan Schima Wallichi di Hutan Pendidikan Gunung Walat Sukabumi. Tesis. Program Pasca Sarjana. IPB. Bogor.

Linsley, R.K. 1982. Hidrologi untuk Insinyur. Erlangga. Jakarta.

Mahadirka, P.P. 2009. Besar Aliran Permukaan (Run-off) pada Berbagai Tipe Kelerengan di bawah Tegakan eucalyptus spp. Skripsi. Departemen Kehutanan. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Maharani, R. 2008. Model Konseptual Intersepsi untuk Menduga Aliran Permukaan. Skripsi. Jurusan Teknik Pertanian.Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang.

Pelawi, S.F. Intersepsi pada Bebagai Kelas Umur Tegakan (Elaeis Guineensis). Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan

Rauf, A. H. Pawitan, T. June, C. Kusmana, dan G. Gravenhorst. 2008. Intersepsi Hujan dan Pengaruhnya Terhadap Pemindahan Energi Dan Massa Pada Hutan Tropika Basah Studi Kasus Taman Nasional Lore Lindu. J. Agroland. 15(3): 166-174

Seyhan, E. 1990. Dasar-dasar Hidrologi. Terjemahan Sentot Subagyo. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Sofi, F. 2006. Pengembangan Sistem Informasi Geografis Hutan Kota Propinsi DKI Jakarta. Skripsi. Fakultas MIPA. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Sosrodarsono, S dan K. Takeda. 2003. Hidrologi untuk Pengairan. Pradnya Paramita, Jakarta.

Suharto, E. 2004. Water Storage Capacity of Soils on Land Use System LPP Tahura Raja Lelo Bengkulu. Bengkulu.

Syumanda, R. 2008. Biofueland Deforestation. http://russlysumanda.org/index.php?option.c om.content&task. [25 Mei 2012].

Zaki, A. 2011. Intersepsi Pada Jenis Pohon Mahoni (Swietania (Casuarina Mahagoni) dan Cunninghamia). Pinus Skripsi. Jurusan Teknik Pertanian. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.

Agrotechno

Downloads

Published

2016-04-01

How to Cite

Munandar, R., & Sri Jayanti, D. (2016). Pemodelan Intersepsi untuk Pendugaan Aliran Permukaan. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 1(01), 62–69. https://doi.org/10.24843/JITPA.2016.v01.i01.p10

Issue

Section

Articles

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.