Kajian perbandingan tepung Ubi Jalar Kuning (Ipomoea batatas L) dan Tepung Terigu terhadap Karakteristik Bolu Kukus

Authors

  • Putu Ari Sandhi Wipradnyadewi Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Fak. Teknologi Pertanian, Universitas udayana
  • AAGN Anom Jambe Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Fak. Teknologi Pertanian, Universitas udayana
  • GAK Diah Puspawati Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Fak. Teknologi Pertanian, Universitas udayana
  • P Timur Ina Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Fak. Teknologi Pertanian, Universitas udayana
  • N. M. Yusa Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Fak. Teknologi Pertanian, Universitas udayana
  • N.L Ari Yusasrini Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Fak. Teknologi Pertanian, Universitas udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/JITPA.2016.v01.i01.p05

Keywords:

pemanfaatan, ubi jalar kuning, bolu kukus

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa ubi jalar kuning (Ipomeas batatas L) dapatdimanfaatkan dalam pembuatan bolu kukus, mengetahui pengaruh perbandingan ubi jalar kuning kukusdengan terigu terhadap karakteristik bolu kukus serta mengetahui persentase perbandingan ubi jalarkuning kukus dengan terigu yang tepat sehingga dihasilkan bolu kukus dengan karakteristik terbaik.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan perbandingan ubijalar kuning kukus dengan terigu dengan level 0% : 100 %, 10% : 90%, 20% : 80%, 30% :70%, 40% :60%. Persentase berdasarkan jumlah berat terigu dan ubi jalar kuning kukus. Seluruh perlakuan diulangsebanyak tiga kali sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidikragam, apabila terdapat pengaruh pada perlakuan maka dilanjutkan analisis dengan Uji Duncan’s.Parameter yang dianalisis dalam penelitian ini antara lain kadar air, daya kembang, dan uji sensoris.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 80% terigu dan 20% ubi jalar kuning kukus menghasilkanbolu kukus dengan karakteristik terbaik dengan kriteria kadar air 35,77 %, daya kembang 85,71 %,warna putih kekuningan, tekstur biasa, aroma agak suka, rasa agak suka, dan penerimaan keseluruhanagak suka.

References

Anonimus. 1983. Pedoman Pembuatan Roti dan Kue. Penerbit Djambatan. Jakarta.

Anonimus. 2007. Bolu kukus http://www.kompas.com/Widipedia/news/020 7/08/011205.htm

Astawan, M. 2006. Membuat Mie dan Bihun. Penebar Swadaya. Bogor.

Haryadi, 1992. Fisiko Kimiawi dan Teknologi Bahan Berpati. PAU Pangan dan Gizi UGM. Yogyakarta.

Mulyadi, A.F., S. Wijana, I.A. Dewi, W.I. Putri. 2014. Karakteristik Organoleptik Produk Mie Kering Ubi Jalar Kuning (Ipomoea batatas) (Kajian Penambahan Telur dan CMC). Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 15 No. 1 (April 2014) hal : 25-36. Jurusan Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Malang.

Sastrosupadi, A. 2000. Rancangan Percobaan Praktis Bidang Pertanian. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Soekarto, S.T. 1985. Penilaian Organoleptik Untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Bharata Karya Aksara. Jakarta.

Sudarmadji, S., B. Haryono dan Suhardi. 1997. Prosedur Analisa Untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Edisi Ke 4. Liberty. Yogyakarta.

Agrotechno

Downloads

Published

2016-04-14

How to Cite

Sandhi Wipradnyadewi, P. A., Anom Jambe, A., Diah Puspawati, G., P Timur Ina, N. M. Yusa, & N.L Ari Yusasrini. (2016). Kajian perbandingan tepung Ubi Jalar Kuning (Ipomoea batatas L) dan Tepung Terigu terhadap Karakteristik Bolu Kukus. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 1(01), 32–36. https://doi.org/10.24843/JITPA.2016.v01.i01.p05

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.