Karakteristik Bubur Instan Berbasis Ubi Jalar Kuning dan Tempe
DOI:
https://doi.org/10.24843/JITPA.2022.v07.i02.p07Keywords:
bubur, instan, tempe, ubi jalar kuningAbstract
Bubur instan adalah produk olahan pangan praktis yang mudah dikonsumsi masyarakat dan memiliki tekstur yang lunak sehingga mudah dicerna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bubur instan ubi jalar kuning dan tempe serta mendapatkan formulasi bubur instan terbaik. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian dan Laboratorium Analisis Hasil Pertanian. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga ulangan sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah JT1 (pasta ubi jalar kuning dan pasta tempe 90:10), JT2 (pasta ubi jalar kuning dan pasta tempe 80:20), JT3 (pasta ubi jalar kuning dan pasta tempe 70:30), JT4 (pasta ubi jalar kuning dan pasta tempe 60:40) dan JT5 (pasta ubi jalar kuning dan pasta tempe 50:50). Data yang diperoleh dari hasil pengamatan akan dianalisis secara statistik menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio penggunaan pasta ubi jalar kuning dan pasta tempe berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, dan kadar karbohidrat. Berdasarkan hasil analisis dan penilaian sensori perlakuan terpilih pada penelitian ini adalah perlakuan pasta ubi jalar kuning dan pasta tempe 90:10 dengan kadar air 7,79%, kadar abu 4,66%, kadar lemak 3,28%, kadar protein 8,97%, dan kadar karbohidrat 76,68%.
References
Adiyoga, B. 2014. Aplikasi Stevia rebaudiana Bertoni sebagai Pemanis Alami dalam Produksi Cookies Tempe Rendah Kalori. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang.
Anandito, R. B. K., Siswanti, dan D. T. Kusumo. 2016. Kajian Karakteristik Sensoris dan Kimia Bubur Instan Tepung Millet Putih (Panicum miliaceum L.) dan Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.). Jurnal Teknologi Hasil Pertanian. 9(1): 17-23.
Andarwulan, N., F. Kusnandar. dan D. Herawati. 2011. Analisis Pangan. PT Dian Rakyat, Jakarta.
Arham, Z., Kurniawan, L. Anhusadar, dan Ismaun. 2021. Spectroscopic Analysis of Tempeh Protein Content during the Production Process. International Journal of Transdisciplinary Knowlegde. 69-81.
Badan Standardisasi Nasional. 2012. Tempe: Persembahan Indonesia untuk Dunia. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.
Barus, T., H. N. Griselda, A. Suwanto, and A. W. Tan. Metagenomic Analysis of Bacterial Diversity in Tempe using Terminal Restriction Fragmen Length Polymorphism (TRFLP) Technique. Biota 15. 80-273.
Handajani, S., E. Nurhartadi, dan I. N. Hikmah. 2011. Kajian Karakteristik Kimia dan Sensori Tempe Kedelai (Glycine max) dengan Variasi Penambahan Berbagai Jenis Bahan Pengisi (Kulit Ari Kedelai, Millet (Pennisetum spp.)), dan Sorgum (Sorghum bicolor)). Jurnal Teknologi Pangan Hasil Pertanian. 4(2): 135-142.
Hasyim, A. dan M. Jusup. 2008. Diversifikasi Produk Ubi Jalar sebagai Bahan Pangan Substitusi Beras. Sinar Tani Edisi 30 Juli-5 Agustus 2008.
Hastuti, I. T., D. Rachmawanti, dan D. Istaryani. 2014. Kajian Sifat Fungsional dan Sensoris Cake Ubi Jalar Kuning (Ipomoea batatas L.) dengan Berbagai Variasi Perlakuan. Jurnal Teknosains Pangan 3(1):74-83.
Kasmidjo, R. B. Tempe Mikrobiologi dan Biokimia Pengolahan serta Pemanfaatannya. PAU Pangan dan Gizi, Yogyakarta.
Mahmud, M. K., Hermana, Nazarina, Marudut, S., N. A. Zulfianto, Murhayatun, A. B. Jahari, D. Permaesih, F. Ernawati, Rugayah, Haryono, S. Prihatini, I. Raswanti, R. Rahmawati, D. Santi P., Y. Permanasari, U. Fahmida, A. Sulaeman, N. Andarwulan, Atmarita, Almasyhuri, N. Nurjanah, N. Ikka S., G. Sianturi, E. Prihastono, dan L. Marlina. 2018. Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. ISBN 987-602-416-407-2.
Marczak, B.K., B. Sawicka, J. Supski, T. Cebulak, and K. Paradowska. 2014. Nutrition Value of the Sweet Potato (Ipomoea batatas (L.) Lam) Cultivated in South-Eastern Polish Conditions. Internation Journal of Agronomy and Agricultural Research. 4(4):169-178.
Muchtadi, T. R. dan Sugiyono. 2013. Prinsip Proses dan Teknologi Pangan. Alfabeta. Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Faperta. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Palijama, S., R. Breemer, dan M. Topurmera. 2019. Karakteristik Kimia dan Fisik Bubur Instan Berbahan Dasar Tepung Jagung Pulut dan Tepung Kacang Merah. Agritekno. 9(1): 20-27.
Rosidah. 2014. Potensi Ubi Jalar sebagai Bahan Baku Industri. Teknobuga. 1(1) : 44 - 52.
Sugito, W. Manalu, D. A. Astuti, E. Handayani, dan Chairul. 2006. Histopatologi Hati dan Ginjal pada Ayam Boiler yang Dipapar Cekaman Panas dan Ekstrak Kulit Batang Jaloh (Salix tetrasperma Roxb.). Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner. 12((1): 68-73.
Tamrin, R dan S. Pujilestari. 2016. Karakteristik Bubur Bayi Instan Berbahan Dasar Tepung Garut dan Tepung Kacang Merah. Konversi. 5(2): 49-58.
Tang, J., H. Feng, and G. Q. Shen. 2003. Drum drying di dalam Encyclopedia of Agricultural, Food, and Biological Engineering. Marcel Dekker, Inc. New York.
Utari, D. M. 2010. Kandungan Asam Lemak, Zinc, dan Copper pada Tempe, Bagaimana Potensinya untuk Mencegah Penyakit Degeneratif? Gizi Indon 2010. 33(2): 108-115.
Winarno, F. G. 2008. Kimia Pangan dan Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Yuliana, N., Y. B. Pramono, dan A. Hintoro. 2013. Kadar Lemak, Kekenyalan, dan Cita Rasa Nugget Ayam yang Disubstitusikan dengan Hati Ayam Broiler. Animak Agriculture Journal. 2(1): 301-302.
Yulianti. 2018. Penambahan Tepung Ikan Cakalang sebagai Sumber Protein pada Pembuatan Bubur Talas Instan. Jurnal Galung Tropika. 7(3): 169-174.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Novita Yanti, Fitriani Shanti, Raswen Efendi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.