Optimasi Proses Maserasi Hasil Samping Industri Sirup Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa)

Authors

  • Tuti Tutuarima Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu
  • Kurnia Harlina Dewi Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu
  • Novita Sinambela Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.24843/JITPA.2018.v03.i02.p07

Keywords:

optimasi, jeruk kalamansi, maserasi, concrete.

Abstract

Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa) merupakan salah satu komoditi unggulan Provinsi Bengkulu yang diolah menjadi sirup. Hasil samping industri sirup jeruk kalamansi berupa kulit, pulp, biji, dan cairan hasil pengendapan. Hasil samping ini berpotensi mengandung senyawa aktif berupa concrete, oleoresin dan atau minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi proses maserasi optimum dalam produksi concrete dari hasil samping industri sirup jeruk kalamansi yang berbentuk padatan (kulit dan pulp). Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah lama maserasi (6, 12, dan 24 jam) dan rasio antara berat bahan dan volume pelarut (1:1, 1:2, dan 1:3). Pelarut yang digunakan adalah etanol 96%. Respon yang diharapkan pada penelitian ini adalah rendemennya. Pengolahan data menggunakan metode respon permukaan pada software Minitab 16. Berdasarkan analisa varian diketahui bahwa efek linear lebih signifikan dibandingkan efek kuadratik, sehingga persamaan optimasi yang didapat adalah Y = 25,1667 + 6,1167 X1 + 1,2397 X2. Titik optimum belum tercapai. Rendemen maksimum diperoleh sebesar 54,6823 %, didapatkan pada lama maserasi 24 jam dan rasio berat bahan dan volume pelarut 1:1,75. Karakteristik mutu concrete kulit & pulp jeruk kalamansi yaitu berat jenis 0,985, bilangan asam 1,838, dan indeks bias 1,354.

References

Adiyasa IKGP, Wrasiati LP, dan Wartini NM. 2015. Efektivitas Jenis Pelarut dan Lama Maserasi terhadap Karakteristik Concrete Minyak atsiri Kulit Jeruk Mandarin (Citrus reticula). Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agroindustri 3(4): 1-9.

Amiarsi Y dan Sabari. 2006. Pengaruh Jenis dan Perbandingan Pelarut Terhadap Hasil Ekstraksi Minyak Atsiri Mawar. Jurnal Hortikultura 16(4): 356-359

Assagaf M, Hastuti P, Hidayat S, dan Supriyadi. 2012. Perbandingan Oleoresin Biji Pala Ekstraksi (Myrictica Fragrans Houtt) Asal Maluku Utara Menggunakan Metode Maserasi dan Gabungan Destilasi-Maserasi. Jurnal Agritech 32(3): 240-248

Badan Standarisasi Nasional. 2006. SNI 06-2385 2006 tentang Minyak Nilam.

Benedicta NO, Zain S, Nurjanah S, Widyasanti A, Putri SH. 2016. Pengaruh Rasio Bunga dengan Pelarut Terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Melati (Jasminum Sambac) Menggunakan Metode Ekstraksi Pelarut Menguap (Solvent Extraction). Jurnal Teknotan 10(2): 44 50

Cheong MW, Chong ZS, Liu SQ, Zhou W, Curran P, Yu B. 2012. Characterisation of Calamondin (Citrus microcarpa) Part I: Volatile Aromatic Profiles and Phenolic Acids in The Peel. Food Chemistry 134: 689-695.

Dewi KH, Mujiharjo S, dan Utama AP. 2016. Potensi Pengolahan Hasil Samping Sirup Kalamansi Menuju “Zero Waste”. Jurnal Agroindustri. 6 (1): 8 – 17.

Guenther E. 1990. Minyak Atsiri. Jilid 1 dan Jilid IV. Ketaren (Penerjemah). Jakarta: UI Press

Handayani, Astuti P, Nurcahyanti H. Ekstraksi Minyak Atsiri Daun Zodia (Evodia suaveolens) dengan Metode Maserasi dan Destilasi Air. Jurnal Bahan Alam Terbarukan 3(1): 1-7.

Junaidi, A. 2011. Pengembangan Produk Unggulan Jeruk Kalamansi Kota Bengkulu Dengan Pendekatan OVOP. Jurnal INFOKOP 12: 163-183

Kawiji, Khasnah LU, Utami R, Aryani NT. 2015. Ekstraksi Maserasi Oleoresin Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix DC) Optimasi Rendemen dan Pengujian Karakteristik Mutu. Jurnal Agritech 35(2): 178-184.

Ketaren, S. 1985. Pengantar Teknologi Minyak Atsiri. Jakarta: Balai Pustaka.

Kristian J, Zain S, Nurjanah S, Widyasanti A, Putri SH. 2016. Pengaruh Lama Ekstraksi Terhadap Rendemen dan Mutu Minyak Bunga Melati Putih Menggunakan Metode Ekstraksi Pelarut Menguap (Solvent Extraction. Jurnal Teknotan 2(10): 34-43.

Kurniawan A, Kurniawan C, Indraswati N, Mudjijati. 2008. Ektraksi Minyak Kulit Jeruk Dengan Metode Distilasi, Pengepresan dan Leaching. Widya Teknik. 7 (1): 15-24.

Rafsanjani MK dan Putri WDR. 2015. Karakterisasi Ekstrak Kulit Jeruk Bali Menggunakan Metode Ultrasonic Bath (Kajian Perbedaan Pelarut Dan Lama Ekstraksi). Jurnal Pangan dan Agroindustri. 3 (4):1473-1480.

Sani, N.S., Rahmawati R., dan Mahmud. 2012 Pengambilan Minyak Atsiri dari Melati dengan Metode Enflurasi dan Ekstraksi Pelarut Menguap. Jurnal Teknik Pomits 1(1):1-4.

Sukardi, Nizar MN, Mulyadi AF, Sucipto. 2013. Efek Pulsed Electric Field (PEF) pada Rendemen dan Kualitas Minyak Bunga Melati (Jasmine sambac)(Kajian Rasio Bahan dan Pelarut). Skripsi. Teknologi Pertanian. Universitas Brawijaya Malang.

Agrotechno

Downloads

Published

2019-02-06

How to Cite

Tutuarima, T., Harlina Dewi, K., & Sinambela, N. (2019). Optimasi Proses Maserasi Hasil Samping Industri Sirup Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa). Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 3(2), 358–363. https://doi.org/10.24843/JITPA.2018.v03.i02.p07

Issue

Section

Articles

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.