Studi Komponen Bioaktif Asparagus (Asparagus offcinalis) dan Potensinya sebagai Antioksidan
DOI:
https://doi.org/10.24843/JITPA.2016.v01.i01.p09Keywords:
Asparagus, klorophil, penol, and AntioksidanAbstract
Asparagus adalah sayuran yang telah lama digunakan sebagai makanan karena rasanya lezat dan sifatdiuretik. Sebagai sifat diuretik, asparagus diyakini mampu memperbaiki saluran kemih sehingga dapatmeningkatkan kinerja ginjal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan komponen bioaktif dariasparagus yang dibudidayakan di Bali. Penelitian ini dilakukan pada 5 jenis asparagus segar terdiri dari 2sampel dari petani, 1 sampel yang diambil di supermarket dan dua sampel asparagus dari Malang danMedan yang diperoleh di ACS (Aero Catering Service Ngurah Rai Tuban). Penelitian ini diulangsebanyak 3 kali. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan menampilkan nilai rata-rata danstandar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan klorofil tertinggi asparagus adalah 9.28mg kg-1bb, Total fenol adalah 285,22 mg GAE / 100g bb dan komponen bioaktif untuk 5 sampelberpotensi sebagai antioksidan karena dapat mengurangi senyawa radikal dengan adanya klorofil dansenyawa fenolik. Kandungan klorofil terendah ada pada asparagus Malang yaitu sebesar 6.87 mgkg-1bbdan Total fenol adalah 243,12 mg GAE / 100g bb
References
Alsuhendra. 2004. Daya anti-aterosklerosis Zn turunan klorofil dari daun singkong (Manihot esculenta Crants) pada kelinci percobaan. [disertasi]. Bogor: Program Studi Ilmu Pangan. Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
AOAC (Association of Official Analytical Chemist). 1998. Official Methode of Analysis of the Association of Official Analytical Chemist. Ed. Ke-14. Virginia: Arlington Inc.
Chanwitheesuk A, Teerawutgulrag A, Rakariyatham N. 2005. Screening of antioxidant activity and antioxidant compounds of some edible plants of Thailand. Food Chemistry : 92. 491-497.
Charlena. (2004). Pencemaran Logam Berat Timbal (Pb) dan Cadmium (Cd) pada Sayur – sayuran. (Online). www.rudyct.com/PPS702- pb/09145/charlena.pdf. diakses tanggal 28 April 2010.
Fardiaz, S. 1987. Penuntun Praktikum Mikrobiologi Pangan. Lembaga Sumberdaya Informasi. Institut Pertanian Bogor.
Hanani E, Mun’im A, Sekarini R. 2005. Identifikasi senyawa antioksidan dalam spons Callyspongia sp. dari kepulauan seribu. Majalah Ilmu Kefarmasian Vol II No. 3. Desember. 127-133.
http://kesehatan.kompas.com, 2010
http://. informatips.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Asparagus
Lisiewska Z, Kmiecik W, Slupski J. 2004. Content of chlorophyll and carotenoids in frozen dill : effect of usable part and pre-treatment on the content of chlorophyll and carotenoids in frozen dill (Anethumgraveolens L), depending on the time and temperature of storage. Food Chemistry 84: 511-518.
Lopez-Ayera B, Murcia MA, and Carmona GF. 1998. Lipid peroxidation and chlorophyll level in spinach during refrigerated storage and after industrial processing. Food chemistry. 61. 113-118.
Nenadis N, Wang L-F, Tsimidou MZ, and Zhang H Y. 2005. Radical scaveging potential of fenolic compound encounter in O. europae product as indicated by calculation of bond dissociation enthalpy ad ioization potential value. J. Agric, Food Chem,53. 295-299
Nollet LML. 2004. Handbook of Food Analysis Vol.1. Second Edition, Revised and Expanded. Physical Characterizatiion and Nutrient Analysis. New York. Marcel Dekker. Inc.
Prakash A. 2001. Antioxidant Activity. Meddalion Laboratories Analytical progress. Vol 19 no 2.
Sakanaka, S., Tachibana Y, Okada Yuki. 2005. Preparationand antioxiant properties of extracts of Japanese persimo leaf tea (kakinocha-cha). Food chemistry 89. 569-575.
Turkmen N, Sari F, Velioglu YS. 2005. The effect of cooking methods on total fenolics and antioxidant activity of selected green vegetables. Food chemistry 93. 713-718.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Agus Selamet Duniaji, D. N. Suprapta, NN Puspawati, I B Yoga

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.