Karakteristik Rantai Nilai Rumput Laut di Kabupaten Klungkung

Authors

  • I Wayan Gede Sedana Yoga Prodi. Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana
  • Dewa Ayu Anom Yuarini Prodi. Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/JITPA.2016.v01.i01.p04

Keywords:

rantai nilai, nilai tambah, loss, CSAM, Nusa Penida

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis rantai nilai dari produsen sampai ke konsumen.Dalam penelitian ini dikaji tiga variabel yaitu kondisi objektif rantai nilai, nilai tambah, serta sertakehilangan yang terjadi pada masing-masing rantai. Penelitian ini mengambil lokasi di kecamatan NusaPenida, kabupaten Klungkung. Pemilihan lokasi penelitian menggunakan metode purposive sampling,sedangkan pemilihan responden menggunakan metode acak dan metode snowball. Metode analisis yangdigunakan adalah CSAM (A Commodity Sistem Assessment Method). Lokasi penelitian secara spesifikadalah pada tiga desa penghasil rumput laut terbesar di Nusa Penida, yaitu Desa Semaya, Desa Suana, danDesa Batu Mulapan. Dari penelitian diperoleh pola rantai nilai dari produsen sampai ke konsumen adalahprodusen – pengepul – pedagang Surabaya; produsen – pengepul – supplier – pedagang Surabaya; danprodusen – supplier – pedagang Surabaya. Nilai tambah yang diberikan pada tingka petani yaitu:pemanenan, penjemuran, pembersihan, pengemasan. Nilai tambah yang diberikan pada tingkat pengepul,yaitu: tranportasi, penjemuran, pembersihan, pengemasan ulang, penimbangan, serta penyimpanan.

References

Collins, R. 2009. Value Chain Management and Postharvest Handling: Partners in Competitiveness. Postharvest Handling: A System Approach, Second Edition. ISBN: 978-0-12-374112-7. hal 107 – 127.

Kaplinsky, R. dan M. Morris. 2000. A Handbook for Value Chain Research. IDRC. Bellagio Workshop in September 2000.

La Gra, J. 1999. A Comodity Systems Assessment Methodology for Problem and Project Identification. Postharvest Institue for Perishables. Collage of Agriculture University of Idaho. Moscow.

Marimin, N. dan Maghfiroh. 2010. Aplikasi Teknik Pengambilan Keputusan dalam Manajemen Rantai Pasokan. IPB Press. Bogor.

Perdana, T. 2009. Pemodelan Dinamika Sistem Rancang bangun Manajemen Rantai Pasokan Industri Teh Hijau. Disertasi tidak dipublikasikan. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Porter, M. E. 1985. Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance. New York: The Free Press.

Utama, S. 2005. Pascapanen Produk Segar Hortikultura. makalah dipresentasikan pada Workshop of Postharvest Handling of Horticultural Crops conducted by Indonesia Cold Chain Project. Winrock International di Kabupaten Enrekang Propinsi Sulawesi Selatan.

Agrotechno

Downloads

Published

2016-04-20

How to Cite

Sedana Yoga, I. W. G., & Anom Yuarini, D. A. (2016). Karakteristik Rantai Nilai Rumput Laut di Kabupaten Klungkung. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 1(01), 28–31. https://doi.org/10.24843/JITPA.2016.v01.i01.p04

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.