Perancangan dan Pengujian Alat Penyiram Bibit Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis) Otomatis Menggunakan Sensor Kelembaban Tanah

Authors

  • Ajis Kurniawan Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta
  • Andre Wahyu Krisdiarto Institut Pertanian Stiper Yogyakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, Indonesia
  • Suparman Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.24843/JITPA/2025.v10.i01.p05

Keywords:

automatic irrigation, Internet of Things, soil moisture, rubber seedlings, agricultural efficiency.

Abstract

Indonesia merupakan produsen karet terbesar kedua di dunia dengan luas lahan 3,55 juta hektar. Salah satu penentu produktivitas tanaman karet adalah kualitas pertumbuhan bibit. Selain varietas, jenis tanah, dan pupuk, ketersediaan air sangat penting dalam pertumbuhan bibit. Penyiraman yang tepat pada tahap pembibitan sangat penting untuk memastikan pertumbuhan optimal dan keberhasilan budidaya. Saat ini, selain mengandalkan air hujan, bibit karet juga disiram secara manual. Penyiraman manual memiliki kelemahan dalam kepastian jumlah dan frekuensi penyiraman, sehingga selain penggunaan air yang tidak efisien, juga dapat merugikan pertumbuhan bibit. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membuat prototipe, dan menguji sistem penyiraman otomatis berbasis sensor kelembaban tanah yang terintegrasi dengan platform IoT. Sistem ini dirancang untuk menjaga kelembaban tanah sesuai kebutuhan bibit karet dan memungkinkan pemantauan dan pengendalian jarak jauh melalui smartphone. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, melalui tahapan desain perangkat keras, kalibrasi sensor dan penentuan rumus, pengembangan perangkat lunak, dan uji fungsional. Pada kalibrasi sensor, hasil pengukuran sensor dibandingkan dengan pengukuran kadar air tanah menggunakan metode grafimatri. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem berhasil berfungsi sesuai spesifikasi target, dengan akurasi 97,13%. Sistem ini dapat mengatur pengoperasian pompa air berdasarkan kadar air tanah optimal untuk bibit karet, yaitu mempertahankan batas minimum 30% dan maksimum 70%. Sistem ini dapat dijalankan dan dipantau secara otomatis atau dikendalikan dari ponsel secara real time melalui internet menggunakan aplikasi Blynk.

References

Adriantantri, E. (2018). Implementasi IOT pada remote monitoring dan controlling green house. Jurnal Mnemonic, 1(1), 56–60.

Aidi-Daslin, S. W., Lasminingsih, M., & Hadi, H. (2009). Kemajuan pemuliaan dan seleksi tanaman karet di Indonesia. Pros. Lok. Nas. Pemuliaan Tanaman Karet, 50–59.

Antwi-Wiredu1, A., Amiteye, S., Diawuoh, R. G., & Klu, G. Y. (2018). Ex vitro propagation of rubber tree (Hevea Brasiliensis) using stem cuttings, 130-140

Cahyo, A. N., Stevanus, C. T., & Syafaah, A. (2020). Perhitungan kebutuhan irigasi pembibitan batang bawah karet berdasarkan neraca air di sembawa sumatera selatan. Jurnal Penelitian Karet, 37–48.

Ciparanje, K. P., Pertanian, F., & Padjadjaran, U. (2020). Fenologi tanaman hanjeli ratun di dataran medium Effect of watering frequency on growth , yield , and phenology of job ’ s tears ratoon in medium land. 19(April), 1196–1201.

Daslin, A. (2014). Perkembangan penelitian klon karet unggul Irr Seri 100 sebagai penghasil lateks dan kayu. Warta Perkaretan, 33(1), 1. https://doi.org/10.22302/ppk.wp.v33i1.44

Dijenbun. (2023). Kementan : Pemerintah Terus Berupaya Dongkrak Harga Karet Rakyat. http://ditjenbun.pertanian.go.id/kementan-pemerintah-terus- berupayadongkrak-harga- karet-rakyat/[01 Juli2023]

Gustiarini, A. (2017). Respons pertumbuhan bibit karet (Hevea brasiliensis Muell Arg.) asal stum mata tidur di polybag terhadap persentase naungan dan volume air. Agroekoteknologi. https://repository.unja.ac.id/3183/1/RESPONS%20PERTUMBUHAN%20BIBIT%20KARET%20jurnal.pdf , diakses 15 Desember 2024.

Harahap, N. H. P., & Segoro, B. A. (2018). Analisis daya saing komoditas karet alam Indonesia ke pasar global. TRANSBORDERS: International Relations Journal, 1(2), 130–143.

Iskandar, D. (2011). Penggunaan bibit karet unggul oleh petani karet di Jambi dan Kalimantan Barat; motivasi dan hambatan. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, 13(3), 165–170.

Pratama, H. P., & Putri, D. I. H. (2022). Prototype Penyiraman Otomatis Berbasis IOT untuk Multi Zona Tanaman Hias. Jurnal Sistem Cerdas, 5(1), 1-11.

Saefudin, S. (2017). Respons tanaman karet belum menghasilkan terhadap pemupukan organik dan anorganik di tanah latosol sukabumi. Journal of Industrial and Beverage Crops, 4(1), 49–56.

Sagita, S. M., Khotijah, S., & Amalia, R. (2015). Pengkonversian data analog menjadi data digital dan data digital menjadi data analog menggunakan interface PPI 8255 dengan bahasa pemrograman Borland Delphi 5.0. Faktor Exacta, 6(2), 168–179.

Saputra, J., Ardika R., dan Wijaya, T. Respon pertumbuhan tanaman karet (hevea brasiliensis) belum menghasilkan terhadap pemberian pupuk majemuk tablet. Jurnal Penelitian Karet, 35(1) ,49 - 58.

Stevanus, C. T., Ardika, R., & Saputra, J. (2017). Pengaruh sistem olah tanah dan cover crop terhadap sifat fisik tanah dan pertumbuhan tanaman karet. Indonesian Journal of Natural Rubber Research, 35(2), 139–148.

Susetyo, I. dan Hadi, H. (2012). Pemodelan Produksi Tanaman Karet Berdasarkan Potensi Klon, Tanah, Dan Iklim. Jurnal Penelitian Karet, 30(1),23 - 35.

Tropika, J. S., Pertanian, F., & Jambi, U. (2022). Pengaruh pemberian pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit merbau darat ( Intsia palembanica ) di pembibitan. 6(1), 15–22.

Umar, H., Esekhade, T., Idoko, S., & Ugwa, I. (2010). Production analysis of budded rubber stumps in Rubber Research Institute of Nigeria (RRIN). Journal of Agricultural Sciences, 1(2), 109–113.

Utama, H. S., Isa, S. M., & Indragunawan, A. (2006). Perancangan dan implementasi sistem otomatisasi pemeliharaan tanaman hidroponik. Jurnal Teknik Elektro, 8(1), 1–4.

Agrotechno

Downloads

Published

2025-04-26

How to Cite

Kurniawan, A., Krisdiarto, A. W., & Suparman. (2025). Perancangan dan Pengujian Alat Penyiram Bibit Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis) Otomatis Menggunakan Sensor Kelembaban Tanah. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 10(1), 33–40. https://doi.org/10.24843/JITPA/2025.v10.i01.p05

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.