Karakteristik Bubuk Biji Buah Salak Bali : Kajian Suhu dan Waktu Penyangraian

Authors

  • I Gusti Ngurah Pratama Putra Universitas Udayana
  • Luh Putu Wrasiati Universitas Udayana
  • Ni Made Wartini Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.24843/JITPA/2024.v09.i02.p05

Keywords:

salak Bali, suhu, waktu, penyangraian

Abstract

Biji salak adalah salah satu hasil samping perkebunan salak yang jarang dimanfaatkan. Tujuan dilakukannya penelitian ini yakni untuk mengetahui karakteristik mutu dan sensoris bubuk biji buah salak Bali. Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial digunakan pada penelitian ini. Terdapat dua faktor perlakuan yakni suhu dan waktu penyangraian dengan tiga level suhu penyangraian (190 ± 2°C, 200 ± 2°C dan 210 ± 2°C) dan waktu penyangraian (10 menit, 20 menit dan 30 menit). Variabel yang diamati antara lain uji kadar sari larut air, kandungan tanin, total fenol, kadar abu, kadar air, uji intensitas warna, uji skoring dan uji hedonik (parameter aroma, warna dan rasa), serta identifikasi senyawa citarasa. Analisis ragam digunakan dalam penelitian ini kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan apabila terdapat perlakuan yang memberikan pengaruh nyata atau sangat nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan level suhu, waktu penyangraian berpengaruh nyata (P < 0,05), akan tetapi interaksi antara kedua perlakuan tersebut berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Perlakuan penyangraian pada suhu 210oC dan waktu penyangraian selama 10 menit merupakan perlakuan terbaik menurut tingkat kesukaan panelis tertinggi dengan karakteristik kadar air 3,68%, kadar abu 3,34%, kadar kafein 0,0145%, kadar tanin 5,07g TAE/g, total fenol 20,07mg GAE/g, kadar sari larut air 13,51%, intensitas warna dengan nilai L* 57,05, a* 4,96, b* 17,88 dan warna yang didapat adalah French beige. Teridentifikasi beberapa senyawa dengan tingkat kemiripan diatas 90 % diantaranya asam palmitat dengan tingkat kemiripan 93% pada waktu retensi 15,136 menit, asam linoleat dengan tingkat kemiripan 96% pada waktu retensi 16,993 menit dan (tetrahydroxycyclopentadienone) tricarbonyliron dengan tingkat kemiripan 93% pada waktu retensi 17,197 menit.

References

Adam, A.A., Nanik, S., & Merkuria, K. 2012. Pemanfaaan Biji Salak (Salacca zalacca) dalam Produksi Kue Kuping Gajah dengan Variasi Penambahan Ekstrak Jahe (Zingiber officinalle Rosch) dan Berat Tepung Terigu. Thesis. Fakultas Teknologi dan Industri Pangan, Universitas Slamet Riyadi, Surakarta.

Anggrahini, S., & Gumawang, A. 2016. Pengaruh Cara Pengeringan Biji Salak Gading, Pondoh Manggala, dan Pondoh Lumut Terhadap Sifat Kimia, Fisik, Sensoris dan Aktivitas Antioksidan Bubuk Biji Salak Sangrai. (Thesis). Yogyakarta. Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Gadjah Mada.

Aji, B., & Kurniawan, F. 2012. Pemanfaatan Serbuk Biji Salak (Salacca zalacca) Sebagai Adsorben Cr(VI) dengan Metode Batch dan Kolom. Jurnal Sains Pomits, 1(1) : 1-6.

Ariviani, S., & Parnanto, N.H.R. 2013. Kapastitas Antioksidan Buah Salak (Salacca Edulis Reinw) Kultivar Pondoh, Nglumut, dan Bali serta Korelasinya dengan Kadar fenolik totalik Total dan Vitamin C. AGRITECH. 33: 3.

Bekti, S.W. 2016. “The Compositional Basis of Coffee Flavour” (Ph.D Thesis). Queensland, Australia : The University of Queensland.

Belitz, H.D., Grosch, W., dan Schieberle, P. 2009. Food Chemistry 4th ed. Springer, Heidelberg.

Buffo, R.A. & Cardelli, F.C. 2004. Coffe Flavour : An Overview. Flavour and Fragance Journal, 19 : 99-104.

Bukhori, T.E., Rachmad, E., & Made, S. 2016. Pengaruh Jenis dan Lama Penyangraian pada Mutu Kopi Robusta (Coffea robusta). Jurnal AIP 4 (1) : 31-400

Enyew, A.B., & Dagne, B.A. 2019. Chemical Characterization of Green Coffee Beans and Determining the Effect of Roasting Temperature on the Content of Caffeine. Chemistry and Materials Research. 11(8) : 14 21.

Fadhil, R., Nurba, D., & Ikhwanto, K. 2017. The effect of different frying conditions on the color parameters of purple sweet potato (Ipomoea batatas poiret) slices. Carpathian Journal of Food Science and Technology, 9(2), 35–42.

Farah, A., De Paulis, T., Moreira, D.P.,Trugo, L.C. & Martin, P.R. 2005. Chlorogenic Acids and Lactones in Regular and Water-Decaffeinated Arbica Coffees. Journal of Agricultural and Food Chemisrty, 54 : 374-381

Fitrianingsih, S.P., Lestari, F., & Aminah, S. 2014. Uji Efek Antioksidan Ekstrak Etanol Kulit Buah Salak [Salacca Xalacca (Gaertner) Voss] dengan Metode Perendaman DPPH. Prosiding SNaPP2014 Sains, Teknologi, dan Kesehatan. ISSN 2089-3582.

Flament, I. 2002. Coffee Flavor Chemistry. John Wiley & Sons Ltd.: Oxford

Gari, N.M. 2005. “Studies on Salak Bali Cultivars (Salacca zalacca amboinensis)(Arecaceace)”. var. (Thesis). Australia. James Cook University.

Hudayana, T dan Wiratama, I.G.P. 2014. Kajian Hidrodeoksigenasi Minyak Biji Kapok (Cieba pentandra) dengan Katalis Ni-Mo/g-Al2O3 untuk Sintesa Biohidrokarbon. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Universitas Katolik Parahyangan.

Joko N.W.K., Sri R., & Elia A.M., 2009. Effect of Time Temperature History on Coffee Aroma during Roasting with Heat Conduction. International Agricultural Conference, Bangkok. Thailand. Engineering

Karta, I.W., Eva, S.L.A.N.K., Mastra, I.N., & Asnawa, D.P.G. 2015. Kandungan Gizi Pada Bubuk biji buah salak Bali (Salacca zalacca) Produksi Kelompok Tani Abian Salak Desa Sibetan Yang Berpotensi Sebagai Produk Pangan Lokal Berantioksidan dan Berdaya Saing. Jurnal Virgin, 1(2): 123-133.

Kitson, F.G., Larsen, B.S., & McEwen, C.N. 2002. Gas Chromatography and Mass Spectometry: A Practical Guide. USA: Academic Press.

Kumalaningsih, S. 2006. Antioksidan Alami. Surabaya: Trubus Agrisarana.

Kumar, A.P., & Kumud, U. 2012. Tannins are Astingent. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry, 1: 3.

Lee, K.G. & Shibamoto, L. 2002. Analysis of Volatile Components Isolated from Hawaiian Green Coffee Beans (Coffeea Arabica L.). Flavour and Fragrance Journal, 17 : 349-351.

Lin, C.C. 2010. Approach of Improving Coffee Industry in Taiwan Promote Quality of Coffee Bean by Fermentation. The Journal of International Management Studies, 5(1) : 154 159.

Megan, F & Niny, Z.R., 2017. The Effect of Time, Roasting Temperature, and Grind Size on Caffeine and Chlorogenic Acid Concentrations in Cold Brew Coffee. Scientific Reports. 7 : 1-9.

Mondello, L., Costa, R., Tranchida, P.Q., Dugo, P., Lo Presti, M., Festa, S., Fazio, A. & Dugo, G. 2005. Reliable Characterization of Coffee Bean Aroma Profiles by Automated headspace Solid Phase Mircroextraction-Gas Chromatography-Mass Spectrometry with The Support of a Dual-Filter Mass Spectra Library. Journal of Separation Science, 28 : 1101-1109.

Muhtaram. 2010. Mekanisme Inflamasi, Radikal Bebas dan Peranan Antioksidan Pada Penyakit Periodontal. Medan. Universitas Sumatra Utara.

Nair, K.P. 2010. The Agronomy and Economy of Important Tree Crops of the Developing World; Elsevier: Amsterdam, The Netherlands.

Najiyanti, S., Danarti. 2004. Budidaya dan Penanganan Lepas Panen Kopi. Jakarta: Penebar Swadaya.

National Center for Biotechnology Information. 2024. PubChem Compound Summary for CID 68068, Tetraphenycyclopentadienone. Diakses pada tanggal 11 februari 2024. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compund/T etraphenycyclopentadienone

Nosy, I., Diswandi, N., & Mustaqimah. 2022. Pengaruh Suhu dan Waktu Penyangraian Terhadap Warna Bubuk Kopi Arabika (The Effect of Roasting Temperature and Time On The Color of Arabica Coffee). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian. 7 (1) : 596 – 603.

Nugroho, A.D. 2014. Studi Potensi Biji Salak (Salacca edulis Reinw) Sebagai Sumber Alternatif Monosakarida dengan Cara Hidrolisis Mengguanakan Asam Sulfat. (Skripsi). Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Nurhayati, S., & Syaifudin, M. 2011. Superoksida Dimutase (SOD) : Apa dan Bagaimana Peranannya Dalam Radioterapi. Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi. Batam.

Ooi, E.S., Wahidu, Z., & Tajul, A.Y. 2016. Impact of Diferent Temperature – time Profile During Superheated Steam Roasting on Some Physical Changes of Robusta Coffee. Pertanika Jpurnal Tropical Agricultural Sciences. 39 (3) : 311 – 320.

Pavia, D.L., Gary M.L., George S.K., & Randall G.E. 2006. Introduction to Organic Laboratory Techniques (4th Ed). Thomson Brooks/Cole, 797-817.

Peraturan Menteri Pertanian No. 52/Permentan/OT.140/9. 2012. Pedoman Penanganan Pascapanen Kopi. Di unduh (26 Desember 2016).

Perdana, D.S., dan Muchsiri, M., 2014. Pengaruh Waktu Blanching dan Suhu Pengeringan pada Pembuatan Tepung Bekatul. EDILE 3(1), 17 27.

Persada, S.T., Achwil, P.M., Sumono, & Ainun, R. 2018. Uji Suhu Penyangraian pada Alat Penyangraian Kopi Mekanis Tipe Rotary Terhadap Mutu Kopi Jenis Arabika (Coffea Arabica). Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian, 2:1.

Ribeiro, J.S., Augusto, F., Salva, T.J.G., Thomaziello, R.A. & Ferreira, M.M.C. 2009. Prediction of Sensory Properties of Brazilian Arabica Roasted Coffees by Headspace Solid Phase Microextraction-Gas Chromatography and Partial Least Squares. Analytica Chimica Acta, 634 : 172-179.

Sakthidevi, G., & Mohan, V. R. 2013. Total Phenolic, Flavonoid Contents and In-vitro Antioxidant Activity of Dioscorea alata 1. Tuber. J. pharm. Sci.Res, 5(5): 115-119.

Sudarmadji, S., Bambang, H., & Suhardi. 2010. Prosedur Analisa Untuk Bahan Makanan dan Pertanian.Yogyakarta: Penerbit Liberty.

Teti E., & Zulkifli, M. 2014. Sabun dari Distilat Asam Lemak Minyak Sawit : Kajian Pustaka. Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 4 p. 170-177.

Thomas, M.C. & Forbes, J. 2010. The Maillard Reaction Interface Between Aging, Nutrition and Metabolism. RSC Publishing : Cambridge.

Wenny, B.S. 2016. The Compositional of Coffee Citarasa. Thesis. Queensland Alliance for Agriculture & Food Inovation (QAAFI). University of Queensland, Australia.

Yusianto., & Widyotomo, S. 2013. Mutu dan Citrarasa Kopi Arabika Hasil Beberapa Perlakuan Fermentasi: Suhu, Jenis Wadah, dan Penambahan Agen Fermentasi. Perkebunan, 29 (3) : 220-226.

Agrotechno

Downloads

Published

2025-02-07

How to Cite

Ngurah Pratama Putra, I. G., Wrasiati, L. P., & Wartini, N. M. (2025). Karakteristik Bubuk Biji Buah Salak Bali : Kajian Suhu dan Waktu Penyangraian. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 9(2), 37–49. https://doi.org/10.24843/JITPA/2024.v09.i02.p05

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.