STRATEGI PEMASARAN PARIWISATA MUSEUM PASIFIKA, NUSA DUA, BALI
DOI:
https://doi.org/10.24843/IPTA.2025.v13.i02.p8Kata Kunci:
tourism marketing strategy, museum pasifika, 7p marketing mix, cultural tourism, swot analysis.Abstrak
Penelitian ini mengkaji strategi pemasaran pariwisata Museum Pasifika di Nusa Dua, Bali, melalui penerapan kerangka bauran pemasaran 7P. Sebagai lembaga budaya yang menampilkan lebih dari 600 karya seni dari 25 negara, museum ini memiliki potensi signifikan sebagai objek wisata budaya dan pariwisata internasional. Namun, museum menghadapi tantangan seperti rendahnya tingkat kunjungan serta tekanan finansial, yang diperburuk oleh pandemi COVID-19 dan pendekatan pemasaran yang kurang optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menilai kondisi eksisting museum dari segi daya tarik, aksesibilitas, amenitas, dan kelembagaan. Analisis SWOT dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan ancaman eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun museum memiliki keuntungan dari segi lokasi strategis dan koleksi berkualitas tinggi, upaya pemasaran, terutama di ranah digital, masih kurang memadai. Rekomendasi meliputi penguatan strategi promosi daring, peningkatan kolaborasi dengan institusi pendidikan dan budaya, diversifikasi program seperti lokakarya seni dan pameran khusus, serta peningkatan akses transportasi. Implementasi strategi-strategi ini penting untuk meningkatkan keterlibatan pengunjung dan memastikan keberlanjutan museum dalam menghadapi persaingan di sektor pariwisata Bali.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal IPTA (Industri Perjalanan Wisata)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Licensed under a