STRATEGI PEMASARAN JOGER PABRIK KATA-KATA UNTUK MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN NUSANTARA
DOI:
https://doi.org/10.24843/IPTA.2025.v13.i01.p19Keywords:
marketing strategy, souvenir shop, domestic tourists, 7p marketing mix, swotAbstract
Joger merupakan toko oleh-oleh ikonik di Bali yang dikenal dengan produk kreatif berisi kata-kata jenaka. Aktivitas berbelanja oleh-oleh menjadi bagian penting dari pengalaman wisata, terutama bagi wisatawan nusantara. Namun, meningkatnya persaingan antar toko oleh-oleh di Bali menjadi tantangan bagi Joger dalam mempertahankan kunjungan wisatawan. Fenomena ini menjadi latar belakang dilakukannya penelitian. Penelitian ini menggunakan metode analisis lingkungan internal dan eksternal melalui IFAS dan EFAS, dengan Marketing Mix 7P sebagai indikator internal, serta aspek pasar, kompetitor, pemerintah, teknologi, ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan sebagai faktor eksternal. Data yang digunakan berupa data kuantitatif dan kualitatif, primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 100 wisatawan serta pengelola Joger. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 15 faktor kekuatan, 6 faktor kelemahan, 8 faktor peluang, dan 6 faktor ancaman. Total skor IFAS sebesar 3,11 dan EFAS sebesar 2,52 sehingga menunjukkan posisi Joger berada pada kuadran IV yaitu strategi Growth and Build yaitu strategi yang dilakukan Joger yang menginginkan pertumbuhan atau membangun usaha untuk kedepan dan menghadapi persaingan yang sedang dihadapi. Dengan menggunakan matriks SWOT, alternatif strategi yang didapatkan yaitu pengembangan produk, peningkatan promosi, peningkatkan fasilitas, menciptakan pelayanan yang lebih unggul untuk meningkatkan kepuasan, pemberian promo dan diskon dan meningkatkan kualitas produk.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal IPTA (Industri Perjalanan Wisata)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Licensed under a