COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM MENUJU PARIWISATA BERKELANJUTAN DI DESA UNGASAN, KABUPATEN BADUNG, BALI
DOI:
https://doi.org/10.24843/IPTA.2025.v13.i01.p10Keywords:
collaborative governance, sustainable tourism, ungasan villageAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktor kolaborasi, bagaimana pelaksanaan collaborative governance, serta dampaknya terhadap pariwisata berkelanjutan di Desa Ungasan. Teknik analisis data yang digunakan adalah kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan teknik penentuan informan menggunakan puposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga aktor utama, yakni pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Terdapat lima indikator seperti commitment to a common purpose, governance, access to authority, information sharing, dan access to resources berjalan cukup baik. Namun, indikator network structure, trust among the participant, dan distributive accountability/responsibility masih perlu dievaluasi. Kolaborasi antar aktor memberikan dampak positif pada empat pilar pariwisata berkelanjutan, meski perlu adanya peningkatan terutama pada pilar keberlanjutan lingkungan
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal IPTA (Industri Perjalanan Wisata)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Licensed under a