Analisis Peramalan Permintaan Bahan Baku Kulit Jenis Sheep Cabreta dengan Metode Time Series (Studi Kasus PT. Adi Satria Abadi)

Authors

  • Mauralya Bayyianti Anjabi Jenderal Soedirman University image/svg+xml
  • Hurun’in

DOI:

https://doi.org/10.24843/JRATI.2026.v04.i02.p02

Keywords:

Metode Time Series, Peramalan Permintaan, Sheep Cabreta, Simple Moving Average, Weighted Moving Average

Abstract

PT. Adi Satria Abadi merupakan perusahaan manufaktur sarung tangan berbahan kulit yang menerapkan sistem Make to Stock (MTS) dan Make to Order (MTO). Permasalahan yang dihadapi adalah terjadinya kekurangan stok (stockout) secara konsisten pada produk kulit jenis Sheep Cabreta akibat metode perencanaan produksi yang masih bergantung pada perkiraan dan pengalaman kepala produksi tanpa pendekatan kuantitatif yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode peramalan permintaan terbaik dan menghasilkan peramalan permintaan kulit Sheep Cabreta untuk periode Januari–Desember 2026. Data historis permintaan periode Januari 2024 hingga Desember 2025 digunakan sebagai dasar analisis. Tiga metode time series dibandingkan, yaitu Weighted Moving Average (WMA) dengan bobot (3,2,1), Single Exponential Smoothing (SES) dengan nilai α = 0,1 hingga 0,9, dan Simple Moving Average (SMA) dengan periode n = 3, 5, dan 7. Pemilihan
metode terbaik didasarkan pada nilai Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SMA dengan periode 7 (n = 7) merupakan metode terbaik dengan nilai MAD sebesar 58.439, MSE sebesar 9.796.328, dan MAPE sebesar 9,6% (< 10%, kategori sangat baik). Hasil peramalan untuk Januari–Desember 2026 berkisar antara 637.608 pcs hingga
674.900 pcs per bulan, yang dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan pengadaan bahan baku secara lebih terstruktur dan efisien.

Downloads

Published

2026-08-30