Perencanaan Risiko Keterlambatan Proyek Energi Baru Terbarukan dalam RUPTL 2025 - 2034 dengan Pendekatan PERT dan Simulasi Monte Carlo di PT XYZ

Authors

  • Windhy Wicaksana Udayana University image/svg+xml
  • Mia Juliana Udayana University
  • I Made Dwi Budiana Penindra Udayana University

DOI:

https://doi.org/10.24843/JRATI.2026.v04.i03

Keywords:

Energi Baru Terbarukan; Manajemen Risiko; PERT; RUPTL; Simulasi Monte Carlo

Abstract

Pembangunan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 memiliki peran penting dalam mendukung transisi energi nasional. Namun, pelaksanaan proyek EBT masih menghadapi risiko keterlambatan yang dapat memengaruhi pencapaian target penambahan kapasitas pembangkit. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan risiko keterlambatan proyek EBT secara kuantitatif serta menunjukkan pemanfaatan hasil pemodelan sebagai dasar pertimbangan pengelolaan risiko di PT XYZ. Metode yang digunakan adalah Simulasi Monte Carlo dengan pendekatan distribusi Beta-PERT, berdasarkan data historis deviasi milestone proyek EBT tahun 2024 sebagai baseline. Parameter distribusi ditentukan dari nilai minimum, nilai paling mungkin, dan nilai maksimum keterlambatan, kemudian dilakukan simulasi sebanyak 10.000 iterasi. Hasil simulasi menunjukkan adanya variasi risiko keterlambatan yang signifikan, dengan nilai P50 sebesar 65 hari, P90 sebesar 107 hari, dan P95 sebesar 118 hari. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian proyek memiliki keterlambatan ringan atau tepat waktu, secara probabilistik tetap terdapat potensi keterlambatan yang cukup besar. Simpulan penelitian ini adalah bahwa Simulasi Monte Carlo dengan distribusi Beta-PERT mampu memberikan gambaran risiko keterlambatan yang lebih realistis dan dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam perencanaan jadwal proyek EBT di PT XYZ.

Downloads

Published

2026-08-30