Kajian Karakteristik Es Krim Kunyit Asam Dengan Pengemulsi Ester Sukrosa

Authors

  • Sinta Dewi Universitas PGRI Semarang
  • Nur Afifah Universitas PGRI Semarang
  • Rihma Nur Hayati Universitas PGRI Semarang
  • Faiz Jihad Al Akbar Universitas PGRI Semarang
  • Iffah Muflihati Universitas PGRI Semarang
  • Sari Suhendriani Universitas PGRI Semarang

DOI:

https://doi.org/10.24843/JITPA.2026.v11.i01.p07

Abstract

Abstrak

Penggunaan tanaman herbal di Indonesia sudah dipercaya oleh masyarakat zaman dahulu karena khasiatnya dalam bentuk obat herbal. Selain itu, tanaman herbal juga dapat digunakan dalam bentuk jamu, bumbu masak atau makanan. Salah satu bahan herbal yang cukup populer sebagai jamu adalah kunyit asam. Namun tidak semua masyarakat Indonesia menyukai jamu maka dari itu pengolahan kunyit asam perlu di diversifikasi menjadi produk es krim agar semua kalangan usia dapat menyukainya. Dalam pembentukan tekstur pada es krim tentu memerlukan suatu pengemulsi. Penggunaan ester sukrosa sebagai emulsifier dalam memperbaiki karakteristik es krim sawo matang menghasilkan peningkatan terhadap waktu leleh es krim dan overrun, serta stabilitas emulsi yang dihasilkan tinggi. Es krim merupakan tipe emulsi minyak dalam air, pada tipe ini membutuhkan HLB dengan rentang 15-16. Dalam hal ini ester sukrosa memiliki memiliki HLB (Hydophifil-lipophifil balance) dengan rentang 12-16 sehingga penggunaan ester sukrosa selaras untuk pembuatan es krim kunyit asam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fisik dan organoleptik penggunaan emulsifier dari ester sukrosa pada pembuatan es krim kunyit asam. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 4 jenis konsentrasi ester sukrosa yang berbeda, yaitu konsentrasi 1%, konsentrasi 2%, konsentrasi 3%, dan konsentrasi 4%. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah analisis overrun, waktu pelelehan, stabilitas emulsi, total padatan terlarut dan organoleptik (uji deskriptif dan hedonik). Berdasarkan penelitian, konsentrasi ester sukrosa yang lebih tinggi (4%) secara signifikan meningkatkan nilai overrun, yang mengindikasikan penggabungan udara yang lebih baik dan menghasilkan tekstur yang lebih ringan. Dalam analisis, waktu leleh ester sukrosa tidak berpengaruh secara signifikan terhadap waktu leleh, di mana waktu leleh tetap konsisten pada konsentrasi yang berbeda. Analisis total padatan terlarut, semakin tinggi konsentrasi ester sukrosa menghasilkan total padatan terlarut yang lebih tinggi, meningkatkan kepadatan dan tekstur es krim secara keseluruhan. Analisis stabilitas emulsi menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ester sukrosa akan meningkatkan stabilitas emulsi, mencegah pemisahan fase dan meningkatkan kelembutan es krim. Pada uji sensoris mendapatakan nilai kesukaan tertinggi pada konsentrasi ester sukrosa 4%.

References

Aisyah, Y., Rasdiansyah, R., & Muhaimin, M. (2014). Pengaruh Pemanasan terhadap Aktivitas Antioksidan pada Beberapa Jenis Sayuran. Jurnal Teknologi Dan Industri Pertanian Indonesia, 6(2), 0–4.

Al Hajar, M. N. F., & Rahayu, D. L. (2019). Penggunaan Ester Sukrosa Untuk Memperbaiki Karakteristik Fisik Dan Organoleptik Es Krim Sawo Mentega. Edufortech, 4(2).

Badan Standarisasi Nasional.(1995). No. 01-3713-1995. Es Krim. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

Cornelia, M., Kresandra, A., & Eveline, E. (2022). Pemanfaatan Jamu Kunyit Asam Pada Pembuatan Es Krim Susu Kedelai. Jurnal Teknologi Pangan Dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health), 3(2), 77–86.

Ermawati, D. E. (2017). Optimization Emulgator Composition Of Water In Oil Emulsion Of Strawberry Fruits (Fragaria vesca L.) Based On Simplex Lattice Design Method. JPSCR : Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 2(02), 78.

Filiyanti, I. (2013). Kajian Penggunaan Susu Tempe Dan Ubi Jalar Ungu Sebagai Pengganti Susu Skim Pada Pembuatan Es Krim Nabati Berbahan Dasar Santan Kelapa. Teknosains Pangan, 2(2), 57–65.

Haryani Anwar, S., Br. Ginting, B. M., Aisyah, Y., & Safriani, N. (2017). Pemanfaatan Tepung Porang (Amorphophallusoncophyllus) Sebagai Penstabil Emulsi M/A Dan Bahan Penyalut Pada Mikrokapsul Minyak Ikan. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 27(1), 76–88.

Haryanti, N., & Zueni, A. (2015). Identifikasi Mutu Fisik , Kimia Dan Organoleptik Dengan Variasi Susu Krim udah. Agritepa, 1(2), 143–156.

Istiqomah, K., Praptiningsih, Y., & Windrati, W. S. (2018). Karakterisasi Es Krim Edamame Dengan Variasi Jenis Dan Jumlah Penstabil. Jurnal Agroteknologi, 11(02), 139. https://doi.org/10.19184/j-agt.v11i02.6522

Minarno, V. A. (2022). Karakteristik Organoleptik Dan Daya Leleh Formulasi Es Krim Herbal Dengan Penambahan Ekstrak Daun Kenikir (Cosmos Caudatus). Journal of Comprehensive Science (JCS), 1(4), 740-747.

Moulana Ryan, Nur Agustina, W. H. P. (2022). Penambahan Ryoto Ester Sp (Sukrosa Ester) Dan Pemanfaatan Ekstrak Bunga Telang Sebagai Zat Pewarna Alami Pada Pembuatan Es Krim. 2(September), 96–103.

Ode Ermawati, W., Wahyuni, S., Rejeki, S., & Teknologi dan Ilmu Pangan, J. (2016). Kajian Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Raja (Musa Paradisiaca Var Raja) Dalam Pembuatan Es Krim [Study of utilization of banana skin (Musa paradisiaca var King) In the production of ice cream]. J. Sains Dan Teknologi Pangan, 1(1), 2527–6271.

Rozi, A. (2018). Pengaruh Penggunaan Emulsifier dan Kecepatan Pengadukan Yang Berbeda Terhadap Pembuatan Es Krim (The Influence of Different Emulsifier Use and Speed of Stirring on the Production of Ice Cream). Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku Umar Meulaboh.

Trisnaningtyas, R. Y., Legowo, A. M., & Kusrahayu. (2013). Pengaruh Penambahan Susu Skim pada Pembuatan Frozen Yogurt dengan Bahan Dasar Whey terhadap Total Bahan Padat, Waktu Pelelehan dan Tekstur. Animal Agriculture Journal, 2(1), 217–224.

Yuliana, S. (2018). Formulasi Es Krim Tepung Buah Campoleh (Pouteria campechiana). Laporan Riset Agroindustri.

agrotechno

Downloads

Published

2006-04-30

How to Cite

Dewi, S., Afifah, N., Nur Hayati, R., Jihad Al Akbar, F., Muflihati, I., & Suhendriani, S. (2006). Kajian Karakteristik Es Krim Kunyit Asam Dengan Pengemulsi Ester Sukrosa. Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 11(1), 54–61. https://doi.org/10.24843/JITPA.2026.v11.i01.p07

Issue

Section

Articles