MODERNITAS BIDANG PENDIDIKAN DI BALI PADA MASA KOLONIAL BELANDA

Authors

  • Sri Lestari

Keywords:

modernitas, sekolah, perkumpulan, murid

Abstract

Modernitas yang diperkenalkan pemerintah kolonial Belanda di Bali sudah dapat dilihat sejak pertengahan abad XIX. Modernitas yang terjadi di Bali sejak masa kolonial Belanda tersebut akan dilihat dalam bidang pendidikan. Metode sejarah membantu dalam mencari dan menemukan sumber terkait sekolah, siswa, dan sistem pendidikan awal di Bali. Usaha memperoleh murid seiring dengan dibukanya sebuah sekolah di Singaraja dengan nama Erste Inlandsche Scholl, lalu Hollands Inlandsche Scholl (HIS). Berdiri pula sekolah Taman Siswa di Denpasar. Ada pula Sekolah Wanita di Singaraja, kursus ketrampilan, dan sekolah Setia Hati di Negara (Jembrana), BHS Sisiapura di Singaraja dan Seririt, Hollandsche Balische School di Bajra (Tabanan). Para siswa Bali tidak hanya bersekolah di Bali tetapi juga ke Jawa yaitu di sekolah MULO, AMS, Ambacht Scholl, dan NIAS. Hal tersebut karena jumlah sekolah di Bali belum mencukupi kebutuhan para calon siswa. Sejak itu pula beberapa orang Bali mulai mendirikan perkumpulan-perkumpulan yang bermaksud memajukan masyarakat Bali baik di bidang agama maupun pendidikan. Perkumpulan tersebut antara lain Setiti Bali, Shanti, dan Putri Bali Sadar. Dalam bidang pendidikan Belanda melaksanakan proyek Baliseering. Proyek tersebut diimplementasikan di sekolah-sekolah di Gianyar, Peliatan, dan Mengwi. Baliseering adalah salah satu upaya untuk mencegah orang-orang muda diekspose terkena pengaruh-pengaruh yang tak diharapkan, terutama nasionalisasi.

Downloads

Published

2024-09-13

How to Cite

MODERNITAS BIDANG PENDIDIKAN DI BALI PADA MASA KOLONIAL BELANDA. (2024). Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, & Budaya, 3. https://ejournal1.unud.ac.id/index.php/snbsb/article/view/6966