SASTRA DIGITAL

Authors

  • I Komang Widana Putra

Keywords:

media sosial, Mazhab wattpad, ongkos produksi

Abstract

Kehadiran berbagai media sosial, platform untuk menulis, membaca, pemasaran berbasis digital, membuat pecinta sastra dapat secara bebas untuk menciptakan dan menikmati sastra. Ada tujuh mazhab sastra digital: sastra koran digital, sastra e-book, sastra siber, blog sastra, sastra platform, mazhab wattpad, dan mazhab multimedia. Sastra koran digital mempertahankan penyeleksian sastra secara ketat, sastra e-book menyiarkan sastra secara eletronik. Sastra siber publikasi sastra melalui internet atau media sosial, blog sastra dari segi penyeleksian karya tidak terlalu ketat. Platform sastra adalah aplikasi yang menayangkan lebih banyak cerita fiksi. Mazhab wattpad hampir sama dengan paltform sastra namun dikelola secara profesional. Sastra multimedia dengan memanfaatkan multimedia untuk membangun imajinasi pembaca. Kehadiran sastra berbasis digital secara tidak langsung berpengaruh terhadap sastra cetak. Pada satu sisi, sastra digital memudahkan jangkuan penulis dan pembaca, sementara pada sisi lain menurunkan penjualan buku sastra cetak. Data menunjukkan penjualan buku terus menurun dari tahun ke tahun. Mengingat ongkos produksi yang kian mahal, harga buku cetak pun tak terjangkau. Faktor mahalnya buku membuat pembaca membeli buku bajakan yang tersedia di loka pasar. Selain mahalnya harga buku, kepraktisan menikmati sastra melalui gawai atau gadget membuat pembaca beralih dari buku cetak ke media digital.

Downloads

Published

2024-09-13

How to Cite