SAMUDRAKATHANA SERBANEKA NARASI LAUT DALAM KESUSASTRAAN JAWA KUNO
Keywords:
Kakawin, Narasi Laut, Parwa, Sastra Jawa Kuno, Sastra MaritimAbstract
Artikel ini merupakan artikel untuk merespon model pewacanaan laut dalam sastra Jawa Kuno secara intensif. Sastra Jawa Kuno, yang secara umum dibagi menjadi kakawin, parwa serta karya-karya turunannya di Bali, sesungguhnya menyimpan potensi yang sangat menjanjikan sebagai sumber untuk menggali nilai-nilai kelautan dari masa lampau, untuk bisa diterapkan secara kontekstual di masa kini. Lebih-lebih, masalah kelautan menjadi salah satu fokus besar yang dijadikan program prioritas pemerintah Indonesia. Pendekatan sastra maritim, oleh sebab itu menjadi satu jalan yang digadang-gadang dapat menjawab isu-isu kelautan di dalam balutan karya sastra. Model pendekatan sastra maritim yang mulai digandrungi beberapa tahun belakangan itu, nyatanya belum digarap secara maksimal dan spesial dalam sumber-sumber sastra Jawa Kuno. Pengoptimalan kajian narasi laut dalam kesusatraan Jawa Kuno, akan berimplikasi pada peningkatan kualitas dan penyegaran kajian di berbagai bidang ilmu terkait, seperti filologi, stilistika, teori pengkajian sastra, semiotik dan analisis wacana yang menjadi kekuatan dalam studi sastra Jawa Kuno dewasa ini. Inovasi-inovasi interdisipliner dari abstraksi semacam ini dibutuhkan untuk membantu kontekstualisasi sastra Jawa Kuno agar tetap berterima dengan kebutuhan masyarakat modern yang sudah menjajaki era digital seperti sekarang. Dalam artikel ini, sejumlah contoh, peluang dan indikasi kajian sastra maritim dalam berbagai sumber sastra Jawa Kuno diulas selayang pandang.
