PENERJEMAHAN JEPANG-INGGRIS-INDONESIA KAJIAN KOMPARATIF PENYULIHAN TEKS PIHAK KETIGA
Keywords:
Penerjemahan, Sulih Teks, Takarir, Once Upon a CrimeAbstract
Penerjemahan merupakan ilmu interdisiplin yang banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Penerjemahan memiliki peran yang signifikan dalam menyalurkan informasi dari bahasa sumber (BSu) ke bahasa sasaran (BSa). Penerjemahan tidak hanya dilakukan antara dua bahasa, namun dapat terjadi antar tiga bahasa seperti contohnya antar bahasa Jepang ke bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Hal ini biasa terjadi pada proses penyulihan teks (subtitling) pada takarir (subtitle) film. Fenomena ini terjadi bila bahasa sumber dari film tersebut merupakan bahasa yang tidak banyak dikuasai oleh penikmat film di suatu negara sehingga harus diterjemahkan ke bahasa sasaran, namun hal itu dapat menjadi suatu permasalahan bila bahasa sasaran yang digunakan masih bukan bahasa yang dikuasai oleh peminat film di negara lain. Penelitian ini membahas tentang teknik penyulihan teks antar tiga bahasa yaitu Jepang-Inggris-Indonesia yang muncul pada takarir film. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi penyulihan teks yang ditemukan pada takarir film serta perbandingan dari ketiga bahasa tersebut. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik catat. Sumber data diambil dari takarir film Jepang berjudul Once Upon a Crime (2024). Sumber data tersebut dianalisis menggunakan teori text reduction pada penyulihan teks oleh Cintas dan Remael (2014) yang dibagi menjadi 2 jenis yaitu Condensation and Reformulation dan Omission. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa ditemukan 5 dari 6 strategi pada strategi sulih teks jenis Condensation and Reformulation at Word Level, yaitu Simplifying verbal periphrases (6 data), Using a shorter near-synonym or equivalent expression (18 data), Using simple rather than compound tenses (8 data), Changing word classes (5 data), dan Short form and contractions (2 data), sedangkan pada strategi sulih teks jenis Condensation and Reformulation at Sentence Level, ditemukan 6 dari 9 strategi, yaitu Changing negations or question into affirmative (5 data), Simplifying indicators of modality (4 data), Changing the subject of a sentence or phrase (1 data), Turn long and/or compound sentences into simple sentences (15 data), Use of pronouns and other deictics to replace nouns, or noun phrases (2 data), dan Merge of two or more phrases/sentences into one (9 data). Pada strategi Omission at Word Level (4 data) dan Clause/Sentence Level (11 data). Selain itu, ditemukan beberapa data spesial dimana takarir bahasa Jepang lebih sesuai dengan takarir bahasa Indonesia, sehingga menghasilkan takarir bahasa Inggris yang cukup berbeda dari kedua takarir tersebut di atas.
