Analisis Dampak Perspektif Pelaku Usaha dan Tim RPA Ponorogo Terhadap Implementasi Sertifikasi Halal Menggunakan Structural Equation Modeling (SEM)
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2025.v13.i01.p11Kata Kunci:
SEM, Pelaku Usaha, RPA, Sertifikasi Halal, FGDAbstrak
Makanan ataupun minuman yang memiliki sertifikat halal menjadi salah satu faktor penentu keputusan pembelian oleh konsumen, hal ini didorong oleh meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap aspek kehalalan sebuah produk. Fenomena ini selaras dengan pemberlakuan Undang-Undang jaminan produk halal yang mulai diterapkan sejak 17 Oktober 2019 dan bersifat wajib bagi semua pelaku usaha, termasuk usaha besar, menengah, kecil, dan mikro. Dalam konteks ini, rantai pasok halal salah satunya dinilai dari bahan baku yang mematuhi aturan dan persyaratan kehalalan yang ditetapkan oleh MUI. Kondisi tersebut mendorong pelaku usaha kuliner Kabupaten Ponorogo untuk kesadaran memproduksi makanan dengan sertifikasi Halal. Sate sebagai kuliner dengan komponen utama daging ayam memerlukan perhatian khusus terkait pandangan pelaku bisnis Rumah Potong Ayam (RPA) tentang sertifikasi halal, mengingat posisinya sebagai penyedia bahan dasar dalam mata rantai produksi. Implementasi regulasi tersebut memunculkan tanggapan beragam dari kalangan wirausaha termasuk pengelola RPA. Studi ini ditujukan untuk mengeksplorasi pandangan pengelola RPA terhadap penerapan sertifikasi halal di kawasan Ponorogo beserta faktor-faktor yang memengaruhinya. Pendekatan kualitatif diaplikasikan dalam penelitian ini dengan penghimpunan data melalui observasi langsung, dialog mendalam, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa elemen-elemen eksternal memiliki signifikansi dominan dalam membentuk sudut pandang yang kemudian menjadi dasar tindakan individu.






