Penghambatan Kekerutan Pada Kulit Tomat Dengan Edible Coating Limbah Ampas Tebu dan Gathot (Singkong Terfermentasi)

Penulis

  • Astari Ratnaduhita Universitas Darussalam Gontor
  • Muhammad Nur Kholis Universitas Darussalam Gontor
  • Riska Sumirat Universitas Darussalam Gontor

DOI:

https://doi.org/10.24843/JRMA.2025.v13.i01.p09

Kata Kunci:

Edible coating, gathot (singkong terfermentasi), limbah ampas tebu, suhu dingin, tomat segar

Abstrak

Tomat memiliki kulit tipis sehingga rentan terhadap kerusakan pascapanen, terlebih pada iklim tropis seperti di Indonesia. Upaya untuk mencegah kerusakannya adalah dengan penyimpanan suhu dingin. Namun penyimpanan suhu dingin menyebabkan kekerutan (chilling injury) pada kulit tomat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi edible coating dengan limbah ampas tebu dan gathot (singkong terfermentasi), serta menentukan perlakuan terbaik dari formulasi edible coating tersebut dengan aplikasi pada penyimpanan tomat di suhu dingin selama 21 hari. Penelitan dirancang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan konsentrasi tepung gathot sebesar 0,75% dan perlakuan variasi konsentrasi tepung limbah ampas tebu yaitu : 0%; 1%; 2%; 3%. Parameter yang diamati ialah susut bobot, pH, total padatan terlarut dan kadar air serta dianalisis secara statistik parametrik dengan taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa formulasi edible coating dengan tepung limbah ampas tebu dan tepung gathot ini memberikan pengaruh secara signifikan (α < 0,01) terhadap perubahan susut bobot, total padatan terlarut, pH dan kadar air pada tomat selama 21 hari. Edible coating dengan formulasi C1 (tepung limbah ampas tebu 1% dan tepung gathot 0,75%) menjadi perlakuan terbaik dari penelitian ini karena mampu mempertahankan kesegaran dan menunjukkan penghambatan chilling injury pada tomat hingga hari ke 21 di suhu dingin.

Diterbitkan

2025-03-31

Terbitan

Bagian

Articles