Strategi Peningkatan Kualitas Produk Ayam Geprek Rumah Makan Geprek Samsi di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2025.v13.i01.p08Kata Kunci:
Ayam geprek, Quality Function Deployment (QFD), Kepuasan konsumen, Peningkatan kualitas produk.Abstrak
Penjualan ayam geprek di Rumah Makan Geprek Samsi telah stagnan sejak berdiri pada tahun 2018, dengan rata-rata penjualan sekitar 50 porsi per hari. Pemilik ingin meningkatkan penjualan hingga mencapai 100 porsi per hari. Salah satu tantangan utama dalam meningkatkan penjualan adalah tingginya tingkat persaingan dengan banyaknya warung dan rumah makan yang juga menawarkan menu ayam geprek atau makanan serupa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi atribut yang penting bagi konsumen, menentukan tingkat kepentingan dan kepuasan konsumen terhadap kualitas menu ayam geprek, serta merumuskan strategi untuk meningkatkan kualitas produk di Rumah Makan Geprek Samsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quality Function Deployment (QFD) untuk menganalisis atribut produk yang paling penting bagi konsumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa atribut dengan tingkat kepentingan tertinggi adalah cita rasa ayam geprek (4,58), kegaringan ayam krispi (4,53), tekstur daging (4,16), dan porsi menu (4,08). Sementara itu, kepuasan konsumen menunjukkan bahwa variasi sambal, tampilan penyajian, dan harga menu menjadi aspek utama yang perlu ditingkatkan, dengan rasio perbaikan tertinggi, yakni 1,35 untuk variasi sambal, 1,30 untuk tampilan sajian, dan 1,28 untuk paket harga menu. Strategi peningkatan kualitas yang diusulkan meliputi pengembangan variasi sambal dengan menambahkan jenis sambal baru seperti sambal cabai hijau, sambal terasi, dan sambal matah. Selain itu, peningkatan tampilan penyajian dan penataan komponen menu agar lebih konsisten dan estetis juga disarankan. Penyesuaian harga menu menjadi salah satu strategi lain yang perlu dipertimbangkan agar lebih kompetitif. Dari sisi teknis, fokus utama adalah pada penggeprekan ayam krispi, penggorengan ayam, serta penyajian dan penghalusan sambal, yang dinilai memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas produk.






