Model Penilaian Kinerja Rantai Pasok Hijau Agroindustri Potato Chips
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2024.v12.i04.p12Kata Kunci:
Agroindustri potato chips, Penilaian kinerja, Rantai pasok hijau, Fuzzy AHPAbstrak
Kecepatan dan ketepatan pemenuhan kebutuhan kentang di industri pengolahan kentang sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi permintaan konsumen. Kondisi ini dipengaruhi kinerja pelaku rantai pasok untuk memenuhi kebutuhan pasokan dengan kualitas yang baik secara kontinu. Kentang merupakan bahan pangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, oleh karena itu, sangat penting bagi industri pengolahan kentang untuk dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan aman dikonsumsi. Banyaknya pelaku yang terlibat dalam rantai pasok dan sifat kentang sebagai produk hasil pertanian yang mudah rusak dan akan terus berubah mutunya sepanjang rantai pasoknya akan menjadi kendala dalam pengendalian kualitas dan jumlah pasokannya. Agroindustri potato chips sebagai salah satu hasil produk olahan yang menggunakan bahan baku kentang harus pula memperhatikan produksinya agar tidak menggunakan bahan tambahan pangan yang berbahaya dan di atas ambang batas yang diperbolehkan. Oleh sebab itu penerapan GAP (Good Agricultural Practices) sepanjang rantai pasok agroindustri hijau potato chips pun menjadi sangat penting. Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas produk potato chips dan produktivitasnya secara berkesinambungan harus melakukan pengelolaan rantai pasoknya secara ramah lingkungan (green supply chain management). Di mana dalam aktivitas rantai pasok memberikan kontribusi terhadap penggunaan carbon footprint yang dikeluarkan dari masing-masing prosesnya. Perbaikan/peningkatan dapat dilakukan setelah berdasarkan hasil penilaian/pengukuran kinerja rantai pasoknya yang mempertimbangkan lingkungan. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi stakeholder, variabel dan kriteria dalam rantai pasok hijau agroindustri potato chips serta mengembangkan model penilaian/pengukuran kinerjanya. Berdasarkan penilaian kinerja rantai pasok potato chips ada dua pelaku yaitu kelompok tani masih tergolong rendah sebesar 77,23% dan agroindustri tergolong sedang sebesar 84,29%. Berdasarkan penilaian kinerja pada proses bisnis pengadaan memiliki bobot tinggi dalam pengadaaan bahan baku dimana dalam continuitas bahan baku diperlukan sesuai dengan spesifikasi bahan baku yang dibutuhkan agroindustri terkait mutu kentang sesuai dengan permintaan agroindustri.






