Perbandingan Metode Ekstraksi Konvensional, Pengepresan, Dan Enzimatis Terhadap Kualitas Minyak Buah Merah (Pandanus conoidues)

Penulis

  • Noflin Yikwa Universitas Trunojoyo Madura
  • Supriyanto Supriyanto Universitas Trunojoyo Madura
  • Darimiyya Hidayati Universitas Trunojoyo Madura

DOI:

https://doi.org/10.24843/JRMA.2024.v12.i04.p09

Kata Kunci:

antioksidan, buah merah, , metode ekstraksi dan enzimatis

Abstrak

Buah merah (Pandanus conoideus) merupakan tanaman endemik Papua. Kandungan lemak dalam buah merah bervariasi, berkisar antara 11,2-30,7% (bk). Minyak buah merah mengandung asam lemak tak jenuh terutama asam oleat, linoleat, linoleat dan palmitoleat, serta berbagai komponen aktif minor yang meliputi α-karoten, β-karoten, β-cryptosantin, α-tokoferol dan asam fenolik  Minyak buah merah juga terbukti berkhasiat untuk kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode ekstraksi terhadap karakteristik minyak buah merah. Desain penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan metode ekstaksi. Metode ekstraksi yang digunakan adalah secara konvensional, pengepresan dan enzimatis. Parameter yang diamati meliputi analisa rendemen, berat jenis, kecerahan dan antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh metode ekstraksi terhadap karakteristik minyak buah merah. Ekstraksi menggunakan metode enzimatis mengahasilkan minyak yang paling baik dengan jumlah rendemen 17,80%,  , berat jenis 0,76 g/mL,  nilai kecerahan 20,37 dan % antioksidan 26,05%

Diterbitkan

2026-02-20

Terbitan

Bagian

Articles