Karakteristik Sampo Berbasis Kulit Buah Nanas (Ananas comosus) Dan Ekstrak Seledri (Apium graveolens)
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2024.v12.i04.p08Kata Kunci:
ekstrak seledri, kulit nanas, shampoAbstrak
Kulit nanas merupakan limbah dari produksi nanas yang mengandung enzim bromelain dan flavonoid, namun pemanfaatannya belum optimal. Kandungan ini berpotensi untuk digunakan dalam sediaan shampo sebagai antijamur sekaligus solusi alternatif untuk mengalihkan penggunaan bahan kimia pada shampo. Sediaan shampo ditambah ekstrak seledri yang mengandung flavonoid sehingga aman untuk dipadukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan tingkat kesukaan panelis terhadap sampo berbahan dasar ekstrak kulit nanas dan seledri. Metode penelitian yang digunakan dimulai dari penyiapan bahan hingga pembuatan produk shampo kemudian dilakukan pengujian kualitas shampo yaitu uji homogenitas, uji tinggi busa, uji viskositas, uji pH, uji densitas, uji kadar air, dan tes aktivitas antijamur. Pengolahan data tingkat kesukaan panelis menggunakan analisis sidik ragam. Hasil pengujian seluruh sampel homogen, rata-rata tinggi buih seluruh sampel 3,83 cm, viskositas tertinggi ditambahkan minyak kelapa 7,5% dan minyak zaitun 2,5%. Sedangkan nilai pH, densitas, dan kadar air tertinggi ditambahkan dengan minyak kelapa 2,5% dan minyak zaitun 7,5%. Semua sampel memiliki respon positif terhadap aktivitas antijamur, dengan formulasi yang paling disukai adalah penambahan minyak kelapa 5% dan minyak zaitun. Analisis variansi menunjukkan bahwa basis ekstrak kulit nanas dan seledri dengan penambahan minyak kelapa dan minyak zaitun berpengaruh nyata terhadap parameter preferensi shampo.






