Analisis Kualitas Sabun Cair Dengan Bahan Pengikat Dari Filter Puntung Rokok
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2024.v12.i04.p02Kata Kunci:
Bobot sabun, filter puntung rokok, lama perendaman, sabun cair, saponifikasiAbstrak
Sampah menjadi permasalahan yang cukup memprihatinkan di Indonesia. Salah satu bentuk sampah berbahaya yang sulit terdegradasi oleh lingkungan adalah filter puntung rokok. Oleh karena itu, perlu adanya penanganan lebih lanjut untuk memberikan nilai tambah pada filter puntung rokok dengan memanfaatkannya sebagai bahan pengikat dalam pembuatan sabun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas sabun dengan bahan pengikat dari filter puntung rokok serta menentukan bobot sabun cair dan waktu perendaman yang menghasilkan sabun terbaik. Penelitian ini menggunakan dua faktor yaitu bobot sabun cair (35, 40, dan 45 g) dan lama perendaman (10, 20, dan 30 menit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman dan interaksinya berpengaruh nyata pada stabilitas busa, sementara bobot sabun cair tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Selain itu, bobot sabun cair berpengaruh nyata terhadap kadar air dan densitas, namun tidak terhadap pH dan kemampuan antibakteri. Indeks ektivitas menunjukkan bahwa perlakuan terbaik untuk menghasilkan sabun adalah dengan perbandingan bobot sabun cair 45 g dan waktu perendaman 10 menit. Uji penerimaan keseluruhan (hedonik) menunjukkan bahwa panelis lebih menyukai sabun dengan perbandingan W2B2 (40 g sabun cair, 20 menit perendaman) yang memiliki nilai 51 ± 133.






