Aktivitas Antibakteri Propionibacterium acnes Ekstrak Bunga Kenanga (Cananga odorata) Terhadap Variasi Jenis Pelarut dan Waktu Maserasi
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2024.v12.i03.p06Kata Kunci:
antibakteri, bunga kenanga, ekstraksi, jenis pelarut, waktu maserasiAbstrak
Bunga kenanga adalah salah satu sumber alami yang mengandung senyawa antibakteri. Salah satu infeksi akibat bakteri pada permukaan kulit adalah jerawat dan diperburuk karea adanya bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan.pengaruh jenis pelarut dan waktu lama maserasi pada efektivitas ekstrak bunga kenanga dalam menghambat bakteri P.acnes, serta untuk menentukan kombinasu jenis pelarut dan waktu maserasi yang menghasilkan ekstrak bunga kenanga dengan aktivitas antibakteri terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis pelarut yang meliputi etanol, metanol, dan n-heksana. Faktor kedua adalah waktu maserasi yang meliputi 24, 48, dan 72 jam. Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputu rendemen, total fenol, dan aktivitas antibakteri tertinggi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA), kemudian dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jenis pelarut dan waktu maserasi berpengaruh sangat signifikan pada rendemen, total fenol, dan aktivitas antibakteri pada bakteri uji P.acnes. Interaksi antar perlakuan berpengaruh signifikan pada rendemen namun tidak berpengaruh signifikan terhadap total fenol dan aktivitas antibakteri pada bakteri uji P.acnes. Jenis pelarut terbaik yang mampu menghasilkan ekstrak bunga kenanga dengan aktivitas antibakteri tertinggi adalah metanol dengan zona hambat sebesar 8,48±1,66 mm, dengan rendemen sebesar 5,03±0,10 % dan total fenol sebesar 43,04±0,81 mg GAE/g. Lama waktu maserasi terbaik yang mampu menghasilkan ekstrak bunga kenanga dengan aktivitas antibakteri tertinggi adalah 48 jam dengan zona hambat sebesar 5,35±0,79 mm, dengan rendemen sebesar 5,03±0,10 % dan total fenol sebesar 31,69±1,27 mg GAE/g.






