Karakteristik Sabun Padat Pada Perlakuan Penambahan Penstabil Tween 80

Penulis

  • Sofia Charlotie Viani Universitas Udayana
  • Jessica Ayuningtyas Putranti Universitas Udayana
  • Kaprianto Jelau Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/JRMA.2024.v12.i02.p10

Abstrak

Penelitian yang dilakukan berupaya menentukan dampak penambahan dan jumlah tween 80 untuk mendapatkan karakteristik sabun padat terbaik. Penelitian ini adalah studi eksperimental satu faktor, yaitu persentase penambahan tween 80 (0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1%). Adapun beberapa bahan dalam penelitian pembuatan sabun padat ini diantaranya yakni air, NaOH, coconut oil, serta tween 80. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tween 80 memiliki pengaruh signifikan terhadap kekerasan, pH, busa, kelembaban, kekesatan, kecerahan (L*), dan kekuningan (b*) sabun padat, tetapi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kemerahan (a*) dan stabilitas busa. Peningkatan kadar tween didalam campuran akan menyebabkan kelembapan busa meningkat, sehingga hasilnya lebih kesat, pH lebih tinggi, intensitas warna lebih cerah dan lebih kuning. Kesimpulan berdasarkan data yang ditemui penulis yakni sabun padat yang ditambahkan tween 80 sebanyak 0,75% memiliki karakteristik paling baik, mengacu pada data fisikokimianya yang menunjukkan hasil busa dengan pH 10,45±0,49, stabilitas busa 85,67±3,30, tekstur 22,38±0,70, tingkat kecerahan (L*) 86,35±0,354, tingkat kemerahan (a*) 0,95±0,636, serta tingkat kekuningan (b*) 2,7±0,141. Adapun untuk uji organoleptik (skoring dan hedonik), panelis lebih memilih sabun dengan perlakuan ditambahkannya tween 80 1% menunjukkan nilai paling tinggi yakni busanya dinilai 4,75±0,44, kekesatan sebesar 4,45±0,89, kelembaban 4,45±0,69, dan penerimaan keseluruhan sebesar 5,95±0,83.

Diterbitkan

2026-01-17

Terbitan

Bagian

Articles