Pengembangan Teknologi Wet Scrubber Untuk Meningkatkan Kualitas Lingkungan Pada Agroindustri
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2026.v14.i01.p06Kata Kunci:
Kualitas udara, proses ramah lingkungan, pengendalian emisi, pengolahan gas buang, industri berkelanjutanAbstrak
Sektor agroindustri di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat seiring meningkatnya permintaan terhadap produk olahan pertanian, namun perkembangan ini juga menimbulkan tantangan lingkungan berupa pencemaran udara dari pembakaran biomassa seperti ampas tebu, ranting pohon, dan limbah organik yang menghasilkan gas berbahaya seperti HCHO, TVOC, PM2.5, PM10, CO, dan CO2. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi sistem wet scrubber untuk mengurangi emisi tersebut melalui tiga metode perlakuan: water sprayer, water trap, dan kombinasi keduanya. Percobaan dilakukan menggunakan campuran ampas tebu dan limbah organik dengan durasi pembakaran 10 menit dan tiga kali ulangan untuk setiap perlakuan. Parameter yang diukur meliputi HCHO, TVOC, PM2.5, PM10, CO, CO2, serta kualitas air (pH dan TDS), dan dianalisis menggunakan ANOVA serta uji Tukey HSD. Hasil menunjukkan penurunan signifikan pada HCHO (98,02%), TVOC (96,70%), CO (98,52%), dan CO2 (87,77%), dengan metode kombinasi memberikan kinerja terbaik, meskipun efektivitas pengurangan PM2.5 dan PM10 masih terbatas. Secara keseluruhan, teknologi wet scrubber menawarkan solusi praktis dan ramah lingkungan untuk pengendalian emisi di agroindustri serta mendukung penerapan industri berkelanjutan.






