Karakteristik Ekstrak Pewarna Alami Bunga Bugenvil (Bougenvillea glabra) Dengan Variasi pH Pelarut Dan Daya Microwave Metode Microwave Assisted Extraction
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2026.v14.i01.p04Kata Kunci:
bunga bongenvil, Microwave assisted extraction (MAE), pH Pelarut , Daya microwave, BetasianinAbstrak
Bunga bugenvil (Bougainvillea glabra) memiliki potensi sebagai sumber pewarna alami, khususnya pigmen betasianin. Ekstraksi senyawa ini dapat dilakukan dengan berbagai metode, salah satunya adalah Microwave Assisted Extraction (MAE).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH pelarut dan daya microwave terhadap karakteristik ekstrak pewarna alami bunga bugenvil dengan metode MAE, serta menentukan perlakuan terbaik pH pelarut dan daya microwave terhadap karakteristik ekstrak pewarna alami bunga bugenvil menggunakan metode MAE. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah pH pelarut yang terdiri atas pH 1; pH 1,62 ;pH 2,25 dan faktor kedua adalah daya microwave yang terdiri atas daya 100 watt dan daya 300 watt, dengan 3 kelompok berdasarkan waktu pelaksanaan. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut Tukey menggunakan minitab, serta penentuan perlakuan terbaik dilakukan Uji Indeks Efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH pelarut, daya microwave dan interaksi antar perlakuan berpengaruh terhadap rendemen, total betasianin, tingkat kemerahan (a*), tingkat kekuningan (b*), dan kapasitas antioksidan. Perlakuan terbaik untuk menghasilkan ekstrak pewarna alami bunga bugenvil dengan metode MAE berdasarkan uji indeks efektivitas diperoleh dari pH 2,25 dan daya microwave 100 watt dengan karakteristik rendemen 61,85%, total betasianin 21,84 mg/100g, kapasitas antioksidan 388,50 mg GAE/100g, dan intesitas warna (a*) 34,53; (b*)18,42






