Rekayasa Waktu Dan Temperatur Penyulingan Untuk Peningkatan Rendemen Minyak Atsiri Kulit Jeruk Lemon (Citrus Limon. L)
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2026.v14.i01.p08Kata Kunci:
Distillation Time, Essential Oil, Distillation, Lemon Peel, TemperatureAbstrak
Pengolahan buah lemon menghasilkan limbah kulit dalam jumlah besar yang mencapai sekitar 40–50% dari total bobot buah. Bagian kulit jeruk lemon, khususnya lapisan flavedo, mengandung senyawa minyak atsiri yang berpotensi dikembangkan sebagai produk bernilai tambah melalui proses distilasi. Penelitian ini mengkaji pengaruh parameter suhu dan lama penyulingan terhadap rendemen serta kualitas fisikokimia minyak atsiri yang berasal dari limbah kulit jeruk lemon. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan dua faktor, yaitu lama penyulingan (P= 4, 5, 6, 7, dan 8 jam) serta suhu penyulingan (T= 83, 90, 100, 110, dan 117°C). Parameter yang diamati meliputi rendemen minyak, bobot jenis, indeks bias, bilangan asam, dan kelarutan dalam alkohol 70%. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa lama penyulingan berpengaruh nyata terhadap rendemen minyak atsiri, sedangkan variasi suhu tidak memberikan pengaruh signifikan pada rentang perlakuan yang digunakan. Rendemen tertinggi sebesar 0,84% diperoleh pada penyulingan selama 8 jam pada suhu 100°C. Minyak atsiri yang dihasilkan memiliki bobot jenis 0,851 g/mL, indeks bias 1,473, bilangan asam 5,60 mg KOH/g, serta kelarutan 1:10 dalam alkohol 70%, yang memenuhi standar mutu. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaturan kondisi distilasi yang tepat mampu meningkatkan rendemen sekaligus mempertahankan kualitas minyak atsiri kulit jeruk lemon.






