Karakteristik Ekstrak Daun Bidara (Ziziphus mauritiana L.) Pada Perlakuan Ukuran Partikel Dan Lama Ekstraksi Menggunakan Metode Microwave-Assisted Extraction
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2026.v14.i01.p14Kata Kunci:
Antioksidan, daun bidara, lama ekstraksi, saponin, ukuran partikelAbstrak
Tanaman bidara (Ziziphus mauritiana L.) merupakan salah satu tanaman yang banyak ditemukan tumbuh liar di lahan kering. Daun bidara diketahui kaya akan senyawa bioaktif seperti saponin, alkaloid, glikosida, flavonoid, terpenoid, senyawa fenolik dan memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel dan lama ekstraksi terhadap karakteristik ekstrak daun bidara menggunakan metode Microwave-Assisted Extraction dan menentukan kombinasi perlakuan ukuran partikel dan lama ekstraksi terbaik untuk menghasilkan karakteristik ekstrak daun bidara. Penelitian ini merupakan penelitian percobaan yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola percobaan faktorial. Dua faktor yang dicobakan yaitu ukuran partikel yang terdiri dari 40, 60 dan 80 mesh serta lama ekstraksi yang terdiri dari 11, 13 dan 15 menit. Data dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan uji lanjut dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ukuran partikel dan lama ekstraksi memberikan pengaruh nyata terhadap rendemen, kadar saponin, tinggi busa dan kapasitas antioksidan. Interaksi kedua perlakuan berpengaruh nyata pada rendemen sedangkan pada kadar saponin, tinggi busa dan kapasitas antioksidan berpengaruh tidak nyata. Perlakuan terbaik dengan uji indeks efektifitas adalah perlakuan ukuran partikel 60 mesh dan lama ekstraksi 15 menit, dengan karakteristik rendemen 29,38±0,57 persen, kadar saponin 18,15±0,64 persen, tinggi busa 8,89±0,19 mm, kapasitas antioksidan 4,06±0,81 mg GAEC/g.
Kata kunci : Antioksidan, daun bidara, lama ekstraksi, saponin, ukuran partikel.






