Karakteristik Ekstrak Kulit Tanduk Kopi Sebagai Sumber Antioksidan Pada Variasi Ukuran Partikel Dan Lama Ekstraksi Dengan Metode Microwave Assisted Extraction
DOI:
https://doi.org/10.24843/JRMA.2026.v14.i01.p01Kata Kunci:
antioksidan, kulit kopi , ekstraksi , ukuran partikel , waktu ekstraksiAbstrak
Kulit tanduk kopi merupakan limbah hasil proses pengelupasan (hulling) dari biji kopi yang mengandung senyawa bioaktif seperti fenol dan flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel dan lama ekstraksi menggunakan metode Microwave Assisted Extraction (MAE) terhadap karakteristik ekstrak kulit tanduk kopi serta menentukan kombinasi perlakuan terbaik yang dapat menghasilkan ekstrak kulit tanduk kopi sebagai sumber antioksidan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu ukuran partikel (40, 60, dan 80 mesh) dan lama ekstraksi (6, 8, 10, 12, dan 14 menit). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Parameter yang diamati meliputi rendemen ekstrak, total fenol, total flavonoid, dan kapasitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran partikel dan lama ekstraksi berpengaruh sangat nyata terhadap seluruh parameter yang diuji. Perlakuan terbaik diperoleh pada ukuran partikel 80 mesh dan lama ekstraksi 14 menit, dengan karakteristik rendemen sebesar 6,56 ± 0,44%, total fenol 4,64 ± 0,00 mg GAE/g, total flavonoid 9,58 ± 0,11 mg QE/g, serta kapasitas antioksidan 0,96 ± 0,01 mg GAEAC/g.






