Pemodelan Matematis Kimia Tanah dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Tanaman Padi Metode SRI (System of Rice Intensification)

Authors

  • Erni Romansyah Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Muhamadyah Mataram

DOI:

https://doi.org/10.24843/JITPA.2018.v03.i02.p05

Keywords:

kimia tanah, SRI, model pertumbuhan, mikroba, ketersediaan hara

Abstract

Tanaman padi memerlukan unsur hara, air, dan udara untuk pertumbuhannya. Unsur hara dan air diperlukan untuk membentuk tubuh tanaman. Sedangkan udara dalam hal ini CO2 dan air dengan bantuan cahaya akan menghasilkan karbohidrat yang merupakan sumber energy untuk pertumbuhan tanaman. Agar proses fisiologi tanaman dapat berlangsung dengan baik, diperlukan lingkungan fisik dan kimia yang cocok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji fenomena kimia tanah pada berbagai aplikasi irigasi dan variasi komposisi pupuk serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan menerapkan 3 metode aplikasi irigasi (A, B, dan C) sebagai faktor pertama, dan 5 variasi komposisi pupuk (1, 2, 3, 4, 5). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali yang dibagi dalam 5 blok penelitian. Variable yang diukur adalah variable tanaman, iklim, tanah, dan panen. Model yang dibangun adalah model ketersediaan pupuk berdasarkan kinetika reaksi Michaelis Menten, dan model pertumbuhan tinggi tanaman menggunakan model monomolecular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan hara dipengaruhi oleh pH tanah dan keberadaan mikroorganisme tanah dalam hal ini mokroba. Laju ketersediaan hara tertinggi diperoleh pada perlakuan penggenangan karena pH nya lebih rendah. Namun, metode pemberian air secara intermittent yang diberikan mampu mendukung penyerapan hara yang lebih baik oleh tanaman. Laju pertumbuhan tinggi tanaman yang paling optimum diperoleh pada perlakuan intermitten karena tingginya laju serapan pupuk berkorelasi positif terhadap pertumbuhan tanaman.

References

Aini, S. 2013. Ekstraksi Kurkumin dari Rimpang Temulawak dengan Metode Maserasi. Skripsi. Departemen Teknologi Institut Pertanian IPB. Bogor.

Anonim. 2010. Jenis Pengeringan yang diterapkan Pada Bahan Pembuatan produk Pangan. Diakses tanggal : 24 Januari 2018.

AOAC. 2005. Official Methods of Analysis of The Association of Analytival Chemists, Washington D.C.

Dewi, D. E. O., A. B. Suksmono, dan T. L. R. Mengko. 2005, Progressive Multi grid V-Cycle Phase Unwrapping for MRI Phase Image. In Proceedings of the 7 International Workshop on Enterprise Networking and Computing in Health care Idustry (HEALTHCOM). Busan. Korea.

Fajarullah, A. 2014. Ekstraksi Senyawa Metabolit Sekunder Lamun Thalassodendron CiliatumPada Pelarut Berbeda. FIKP UMRAH. Tanjung Pinang.

Hargono, D. 1986. Obat Tradisional dalam Zaman Teknologi. Majalah Kesehatan Masyarakat 56:3-5.

Harini, B. W., R. Dwiastuti, dan L. C. Wijayanti. 2012. Aplikasi Metode Spektrofotometri Visibel Untuk Mengukur Kadar Curcuminoid Pada Rimpang Kunyit (Curcuma domestica). Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) Periode III. Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Harjanti, R. S. 2008. Pemungutan Kurkumin dari Kunyit (Curcuma domestica Val.) dan Pemakaiannya Sebagai Indikator Analisis Volumetri. Politeknik LPP, Balapan. Yogyakarta.

Haryono. 2012. Ayo mengenal tanaman obat. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementrian Pertanian. Jakarta.

Itokawa, H., Q. Shi, Akiyama T., S. L. Morris Natschke, K. dan Lee. 2008. Recent advances in the investigation of curcuminoids. Chinese Med. 3:11.

Jayanudin, A .Z., F. Lestari, dan Nurbayanti. 2014. Pengaruh Suhu dan Rasio Pelarut ekstrasi Terhadap Rendemen dan Viskositas Natrium Alginat dari Rumput Laut Cokelat (Sasrgassum sp.). Jurnal Integasi Proses. 5(1):51-56.

Mahapatra, A. K. dan C. N. Nguyen. 2009. Dying of Medical Plant. ISHS Acta Holticulture. Internasional Symposium on medical and Neutraceutical plants. p. 756.

Montgomery, D. C., J. Wiley, dan Sons. 1991. Design an Analysis of Experiment. Third Edition Inc.

Muller, J dan Heindl. 2006 Drying of Medical Plants in R.J. Bogors. L.E. Cracer, and D Lange, Medical and Aromatic Plant. Spinger, The Netherland. p. 237-252.

Noerono S. 1994. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. UGM Press. Yogyakarta.

Paulucci, V. P., Couto R. O., Teixeira C. C. C., and Freitas L. A. P. 2012. Optimization of the extraction of curcumin from Curcuma longa rhizomes. Faculdade de Ciencias Farmaceuticas de Ribeirao Preto. Universidade de Sao Paulo. Brazil.

Pokorny, J., N. Yanishlieva, dan M. Gordon. 2001. Antioxidant in Food. CRC. Press. Boca Raton Boston New York, Wasington DC. Popuri, A. K., and Pagala B. 2013. Extraction of Curcumin from Turmeric Roots, International Journal Innovative Research & Studies. 2(5):293.

Simanjuntak, P. 2012. Studi Kimia Dan Farmakologi Tanaman Kunyit (Curcuma Longa L) Sebagai Tumbuhan Obat Serbaguna. Agrium, Laboratorium Kimia Bahan Alam, Puslit Bioteknologi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 17(2). Sudarmadji, S., B. Haryono, dan Suhardi. 1997. Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty. Yogyakarta.

Sumiati, T. 2004. Kunyit Si Kuning yang Kaya Manfaat. Cakrawala. 22 Juli 2004.

Utami. 2009. Potensi Daun Alpukat (Persea Americana Mill) Sebagai Sumber Antioksidan Alami. Jurnal Teknik Kimia UPN Jawa Timur. 2(1):58-64.

Widyanto, P. S., dan A. Nelistya. 2008. Rosella Aneka Olahan, Khasiat dan Ramuan. Penebar Swadaya. Jakarta.

Winarsi, H. 2007. Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. Yogyakarta: Kanisius.

Yun, L. 2001. Free Radical Scavenging Properties of Conjugated Linoic Acids. Journal of Agricultural and Food Chemistry 49:3452-3456.

Agrotechno

Downloads

Published

2019-02-06

How to Cite

Romansyah, E. (2019). Pemodelan Matematis Kimia Tanah dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Tanaman Padi Metode SRI (System of Rice Intensification). Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno, 3(2), 342–347. https://doi.org/10.24843/JITPA.2018.v03.i02.p05

Issue

Section

Articles