Pengembangan Metabolit Sekunder Tanaman Obat dalam Formulasi Modern: Studi Narrative Review Kurkumin dan Andrographolide
DOI:
https://doi.org/10.24843/WSNF.2025.v04.p09Keywords:
Andrographolide, Curcuma longa, Metabolit sekunderAbstract
Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan obat herbal modern karena kekayaan biodiversitasnya, khususnya tanaman obat yang mengandung metabolit sekunder dengan aktivitas farmakologis tinggi. Kajian ini bertujuan untuk meninjau strategi pengembangan ekstrak tanaman obat Indonesia, terutama senyawa kurkumin dari Curcuma longa dan andrographolide dari Andrographis paniculata, sebagai obat herbal modern berbasis bukti ilmiah. Melalui metode narrative review, literatur dari tahun 2020–2025 dianalisis untuk mengevaluasi efektivitas formulasi berbasis teknologi nano, seperti nanoemulsi, Self-Microemulsifying Drug Delivery System (SMEDDS), dan liposom. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa teknologi ini mampu meningkatkan bioavailabilitas, stabilitas, dan efektivitas terapeutik metabolit sekunder secara signifikan. Kurkumin dan andrographolide terbukti tetap stabil dan aktif secara farmakologis dalam berbagai sediaan nano dan topikal. Dengan dukungan teknologi formulasi modern, ekstrak tanaman obat berpotensi besar dikembangkan menjadi produk fitofarmaka yang aman, efektif, dan memenuhi standar internasional.