Evaluasi 2-Metiltetrahidrofuran sebagai Pelarut Hijau untuk Ekstraksi Fenolik dan Asam Lemak dalam Praktik Farmasi Berkelanjutan

Authors

  • Ni Komang Tria Pradnyani Dewi Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana
  • Ni Made Widi Astuti Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.24843/WSNF.2025.v04.p08

Keywords:

2-MeTHF, Asam lemak, Ekstraksi hijau, Pelarut, Senyawa fenolik

Abstract

Penggunaan pelarut hijau berbasis biomassa menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan praktik farmasi berkelanjutan. Salah satu kandidat potensial adalah 2-metiltetrahidrofuran (2-MeTHF) yang telah menunjukkan kinerja unggul dalam proses ekstraksi senyawa bioaktif. Kajian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas 2-MeTHF dengan pelarut konvensional dan pelarut hijau lainnya dalam ekstraksi senyawa fenolik dan asam lemak. Metode yang digunakan berupa tinjauan naratif terhadap 17 artikel primer yang diperoleh melalui proses seleksi literatur dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa 2-MeTHF mampu memberikan yield ekstraksi yang tinggi dan mempertahankan senyawa bioaktif minor, seperti tokoferol, skualen, dan β-karoten. Selain itu, model prediktif COSMO-RS mendukung temuan empiris dengan menunjukkan kemampuan solubilitas 2-MeTHF yang lebih baik dibandingkan pelarut konvensional dan setara dengan pelarut hijau lain. Simpulan dari kajian ini menunjukkan bahwa 2-MeTHF merupakan pelarut hijau yang sangat potensial untuk mengekstraksi senyawa fenolik dan asam lemak. Secara praktis, 2-MeTHF bersumber dari biomassa terbarukan, bersifat biodegradable, memiliki toksisitas rendah, dan dapat didaur ulang, sehingga relevan untuk pengembangan formulasi farmasi yang efisien, aman, dan ramah lingkungan. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi penggunaan 2-MeTHF dalam transformasi senyawa aktif dan formulasi akhir sediaan obat.

Downloads

Additional Files

Published

2026-02-12