Securitization, Belonging and Politics of Belonging in Bali
Keywords:
regional Autonomy (otoda), securitization, migration, politics of belonging, Globalization and BaliAbstract
Artikel ini membahas kemunculan keamanan lokal (kelompok) dalam menanggapiotonomi daerah, dalam konteks globalisasi di Bali, Indonesia. Perkembanganotonomi daerah di Indonesia pasca reformasi telah mempengaruhi kondisisosial, politik dan budaya daerah-daerah dan kabupaten-kabupaten di Indonesia,termasuk Provinsi Bali. Otonomi daerah saat ini diidentifikasi sebagai faktoryang mendorong perubahan sosial, politik dan budaya pada masyarakat Bali.Hal tersebut mengakibatkan peningkatan isu-isu keamanan lokal dalam kontekspelestarian budaya, ketegangan antar-kelompok etnis dan keamanan pariwisata.Berangkat dari situasi tersebut, artikel ini membahas bagaimana isu-isu otonomidaerah diinterpretasikan oleh aktor-aktor lokal dalam isu-isu keamanan bersamapada masyarakat Bali; dan melihat bagaimana kesadaran politik dan politikkepemilikan yang dikembangkan oleh aktor-aktor lokal untuk merekonstruksiidentitas kebalian orang Bali. Politik kepemilikan adalah bentuk denaturalisasiperan aktor-aktor lokal untuk mengkonstruksi apa yang mereka sebut “rumah”dan rasa aman dari sudut pandang orang Bali.
Downloads
References
Alm. J., R. Aten and R. Bahl. 2001. “Can Indonesia Decentralise
Successfully? Plans, Problems and Prospects”, Bulletin of
Indonesian Economic Studies 37:83-102.
Anderson, B. 1983. Imagined Community. London: Verso.
Beck, Ulrich. 1992. Risk Society: Towards a New Modernity.
London: Sage
Bigo, Didier. 2002. “Security and Immigration: Toward a Critique
of the Governmentality of Unease”, Alternatives 27:63–92.
Bratich, Jack. 2006. “Public Secrecy and Immanent Security: A
Strategic Analysis”, Cultural Studies 20(4–5):493–511.
Castells, Manuel. 1996. The Rise of the Network Society. The
Information Age: Economy, Society and Culture Vol. I.
Cambridge: Blackwell.
Giddens, Anthony. 1991. Modernity and Self-Identity. Self and
Society in the Late Modern Age. Cambridge: Polity
Goldstein, Daniel M. 2010. “Security and the Culture Expert:
Dilemmas of an Engaged Anthropology”, PoLAR: Political
and Legal Anthropology Review, Vol. 33, Number S1, pps.
126–142.
Elmer, Greg, and Andy Opel. 2006. “Surviving the Inevitable
Future”, Cultural Studies 20(4):477–492
Hay, James, and Mark Andrejevic. 2006. “Introduction: Toward
an Analytic of Governmental Experiments in These Times:
Homeland Security as the New Social Security”, Cultural
Studies 20(4–5):331–348.
Jenkins, Richard. 2008. Social Identity, 3rd edition. London:
Routledge.
Lindsey, T and H. Dick. 2002. Corruption in Asia: Rethinking the
Governance Paradigm. Sydney: Federation Press
Seymour, Richard and Sarah Turner. 2002. “Otonomi Daerah:
Indonesian’s Decentralization Experiment”, New Zealand
Journal of Asian Studies 4(2):31-51.
Reuter, Thomas A. 2009. “Globalization and Local Identities:
The Rise of New Ethnic and Religious Movements in
Post-Suharto Indonesia”, Asian Journal of Social Sciences
37(2009):857-871.
Yuval-Davis, Nira. 2006. “Women, Globalization and Politics of
Belonging”, Gender Technology and Development 2009; 13; 1













