Faktor Integratif Nyama Bali-Nyama Selam: Model Kerukunan Masyarakat pada Era Otonomi Daerah di Bali

Authors

  • I Made Pageh Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali, Indonesia
  • Wayan Sugiartha Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali, Indonesia
  • Ketut Sedana Arta Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali, Indonesia

Keywords:

integrative, nyama Bali, nyama Selam, moslem enclaves

Abstract

In some areas in Bali such as Pegayamana Village (North Bali)
and Kepaon Village (South Bali), there are enclave of Muslims
community who have long lived in harmony with the Balinese
Hindu community. Their presence is based on a long history
even from pre-colonial Bali. These two ethnics with different
religious background consider themselves relative as can be
seen from the integrative expressions of nyama selam (Muslim
family) and nyama Bali (Balinese family). The former term
used by Balinese to honor Muslim, the later used by Muslim
to honor Balinese Hindu. They also share similar traditional
practices like ‘ngejot’, giving food/meal to neighbours during
a religious celebration. This article discusses the integrative
factors that make the relationship between Muslim and
Balinese Hindu in some areas in Bali coexist harmoniously.
This integrative factors identified to then be developed and
disseminated as guidance to retain harmony or to prevent
conflict.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdillah S, Ubed. 2002. Politik Identitas Pergulatan Tanda Tanpa Identitas.

Magelang: Indonesiatera.

Ardhana, I Ketut. 2012. “Pendahuluan: Kerangka Teori dan Konsep

Multikulturalisme”, dalam Ketut Ardhana dkk. Masyarakat

Multikultural di Bali: Tinjauan Sejarah, Migrasi, dan Integrasi.

Denpasar: Pustaka Larasan.

Atmadja, N,B. 2008. Pura Mekah di Bali: Haram Mempersembahkan Daging

Babi. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha. Tilaar, H.A.R. 2004. Mulitikulturalisme. Jakarta: Grasindo

Atmadja, Nengah Bawa 2010. “Sejarah sebagai Sekolah Moral Versus

Supermarket Sekolah Abad XXI dan Memudarnya Kesejatian

Hidup, dalam Pageh, I Made dan Atmadja, Nengah Bawa, (ed.)

2010. Sejarah dan Kearifan Berbangsa: Bunga Rampai Perspektif Baru

Pembelajaran Sejarah. Denpasar: Pustaka Larasan.

Atmadja. N.B. 2001. Manajement Konflik pada Desa-desa Adat Multietnik di

Kabupaten Buleleng Bali. Singaraja: IKIP

Furnivall, J.S.1944.Netherlands India: A Study of Plural Economy. Cambridge:

University Press.

Kumbara, Ngr. Anom. 2011. Pergulatan Elit Lokal Representasi Relasi Kuasa

dan Identitas. Yogyakarta: UNHI dan IPULSE.

Kymlicka, Will. 2003. Kewarganegaraan Multikultural. F. Budi Hardiman

(penerjemah). Jakarta: LP3ES.

Nasikun. 1992. Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: Ralawali Pers

Oborai, H.L. tt. Influence of Indian Culture on Arabia. Terjemahan dari

Bahasa Inggris ke Indonesia.Direktur Akademi Kebudayaan

India: Bihar India.

Pageh, I Made dan Atmadja, Nengah Bawa, (ed.) 2010. Sejarah dan

Kearifan Berbangsa: Bunga Rampai Perspektif Baru Pembelajaran

Sejarah. Denpasar: Pustaka Larasan.

Pageh, I Made. 2008. “Kehidupan Etnik Nusantara di Sekitar Pelabuhan

Buleleng”. Laporan Penelitian. Undiksha: Singaraja.

Santeri, R. 2006. Potensi Konflik dan Integrasi pada Hubungan Umat Hindu

dan Islam di Desa Pemogan, Denpasar. Tesis tidak Diterbitkan pada

Program Pascasarjana IHDN Denpasar.

Sastrodiwiryo, Soegianto. 1994. Beberapa Faktor Penting dalam

Hubungan Hindu-Islam di Bali (Suatu Tinjauan Kultur Historis)

dalam Bali di Persimpangan Jalan, 2. Usadi Wiryatnaya dan Jean

Coutean (ed). Nusa Data Indo Budaya: Denpasar.

Soenaryo, FX. 2011. “Proses Sejarah, Migrasi dalam Terbentuknya

Masyarakat Multikultur”, dalam Ketut Ardhana dkk. Masyarakat

Multikultural di Bali: Tinjauan Sejarah, Migrasi, dan Integrasi.

Denpasar: Pustaka Larasan.

Suryawati, Cok Istri. 2008. Kehidupan Masyarakat kampung Loloan Masa

Kerajaan Jembrana Pada Abad ke-19. Denpasar : Departemen

Kebudayaan dan Pariwisata, Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai

Tradisional Bali, NTB, NTT.

Suwitha, I Putu Gede. 2011.”Pola Migrasi, Mobilitas Sosial, dan Jaringan

Multikultur”, dalam Ketut Ardhana dkk. Masyarakat Multikultural

di Bali: Tinjauan Sejarah, Migrasi, dan Integrasi. Denpasar: Pustaka

Larasan.

Tilaar, H.A.R. 2007. Mengindonesia Etnisitas dan Identitas Bangsa Indonesia

Tinjauan dari Perspektif Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Downloads

Published

2026-05-22

How to Cite

I Made Pageh, Wayan Sugiartha, & Ketut Sedana Arta. (2026). Faktor Integratif Nyama Bali-Nyama Selam: Model Kerukunan Masyarakat pada Era Otonomi Daerah di Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 3(1), 191-206. https://ejournal1.unud.ac.id/index.php/kajianbali/article/view/5675