A.A.B. Sutedja File: Gubernur Bali Pertama dalam Lipatan Sejarah
Keywords:
A.A.B. Sutedja, Bali governor, political map, power, violenceAbstract
This paper reveals a portion of political chapter AA Bagus
Sutedja of Puri Negara, a royal household in Jembrana, West
Bali. Sutedja was the first governor of Bali, the provincial
island officiated in 1959, which previously had been part
of the Lesser Sunda Island Province. In this article we learn
Sutedja’s short, yet skyrocketing political career from a lowlevel
governmental official and then built his own way to be
the island first governor. His appointment as the governor was
the result of then President Soekarno’s political scenario in
implementing the policy of the central government in Jakarta.
When the 1965’s political tragedy struck in Jakarta that topple
the president, Sutedja suffered similar fate. The governor not
only lost his position, but was tragically kidnapped and was
believed to have been killed. Till these days his where-about
remains a mystery in Bali’s dark history.
Downloads
References
Arsip
Laporan tertulis atas penculikan A.A.B. Sutedja. Djakarta, 26 Djuli 1966.
Arsip milik Puri Negara, Jembrana.
Koetipan Beslit Radja Djembrana No. 22/1946. tentang pengangkatan
Anak Agoeng Bagoes Soetedja sebagai punggawa Mendoyo,
tanggal 24 Mei 1946. Arsip milik Puri Negara, Jembrana.
Memo Sekretariat Negara Kabinet Presiden. Mengenai Pemanggilan
Gubernur Sutedja ke Jakarta. Tanggal 3 Desember 1965. Arsip
milik Puri Negara, Jembrana.
Notulen Pertemuan dengan Presiden Sukarno tanggal 10 Desember 1965
di Jakarta. Arsip milik Puri Negara, Jembrana.
Petikan Keputusan Presiden RI No. 380/1965, tentang penugasan
sementara A.A.B. Sutedja ke Jakarta, tanggal 18 Desember 1965.
Arsip milik Puri Negara, Jembrana.
Surat Keputusan Pepelrada No.: KEP-PPD.2/1/234 tentang pembekuan
sementara PKI dan ormas-ormasnya dan pelimpahan pelaksanaan
kepada Pangdam XV Bali. Tanggal 3 November 1965. Arsip milik
Puri Negara, Jembrana.
Surat Keterangan No. 351/1372/DPRD, tentang ketidakterlibatan A.A.B.
Sutedja dalam G.30.S PKI. Tanggal 1 September 1989. Arsip milik
Puri Negara, Jembrana.
Buku
Ardhana, I Ketut dan A.A. Bagus Wirawan, 2012. “Neraka Dunia di
Pulau Dewata,” dalam Taufik Abdullah, Sukri Abdurrachman, dan
Restu Gunawan. Malam bencana 1965 dalam Belitan Krisis Nasional:
Bagian II Konflik lokal. Jakarta: Yayasan Obor.
A. Hanna, Willard. 1990. Bali Profil: People, Event, Circumstance (1001-
1976). Mollucas: Banda Naira.
Cribb, Robert (ed.). 2003.The Indonesian Killing: Pembantaian PKI di jawa dan Bali 1965-1966. Yogyakarta: Mata bangsa.
Dake, Antonie C.A. 2006. Sukarno File: Berkas-berkas Soekarno 1965-1967,
Kronologi Suatu Keruntuhan. Jakarta: Aksara Karunia.
Darma Putra, I N. 2008. Bali dalam Kuasa Politik. Denpasar: Buku Arti.
Darma Putra, I Nyoman. 2011. “Mulai berbentuk; Budaya dan
nasionalisme di Bali 1959-1965,” dalam Jennifer Lindsay dan Maya
T. Liem (ed.). Ahli Waris Budaya Dunia: Menjadi Indonesia 1950-1965.
Denpasar: Pustaka Larasan, KITLV-Jakarta.
Eklof, Stefan. 2003. “Pembunuhan –Pembunuhan di bali 1965-1966:
pendekatan Historis dan Budaya,” dalam Frans Husken dan
Huub de Jonge (ed.). Orde Zonder Order: Kekerasan dan Dendam di
Indonesia 1965-1989. Yogyakarta: LkiS.
Jelantik, I.B. dan Arya Suarja (ed.). 2007. Ida Bagus Dosther 80th. Denpasar:
Manawa Bali.
P. Lim Pui Huen, James H. Morrison dan Kwa Chong Guan (eds.). 2000.
Sejarah Lisan di Asia Tenggara: Teori dan Metode. Jakarta: LP3ES.
Robinson, Geoffrey. The Dark Side of Paradise: Political Violent in Bali.
Itacha and London: Cornell University Press, 1995.
Hermawan Sulistyo, 2000. Palu Arit di Ladang Tebu: Sejarah Pembantaian
Massal yang Terlupakan (1965-1966), Jakarta: Gramedia.
Manafe, Aco. 2007. Ide Anak Agung Gde Agung: Keunggulan Diplomasinya
Membela Republik. Jakarta: Inti Lipo Indah.
Nordholt, Henk Schulte. 2002. Kriminalitas, Modernitas, dan Identitas
Sejarah Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Nordholt, Henk Schulte. 2009. The Spell of Power: Sejarah Politik Bali 1650-
1940. Denpasar: Pustaka Larasan dan KITLV Jakarta.
Setiawan, Hersri. 2003. Kamus Gestok. Yogjakarta: Galang Press.
Soe Hok Gie. 1999. Zaman Peralihan. Yogyakarta: Bentang.
Suryawan, I Ngurah. 2005. Jejak-jejak Manusia Merah: Siasat Politik
Kebudayaan Bali. Yogyakarta: Buku Baik.
Suryawan, I Ngurah. 2007. Ladang hitam di Pulau Dewa: pembantaian
massal 1965 di Bali. Yogyakarta: Galangpress.
Taufik Abdullah, Aswab Mahasin dan Daniel Dakidae (eds.). 1981.
Manusia Dalam Kemulut Sejarah. Jakarta: LP3ES.
Trisila, Slamat. 2003. Dewa Ngurah Jenawi: Pendidikan dan Pelajaran,”dalam H. Sasongko dan M. Budianta (ed.), Menembus Tirai
Asap: Kesaksian Tahanan Politik 1965. Jakarta: Yayasan Lontar.
Vickers, Adrian. Bali: A Paradise Created. Singapore: Periplus, 2012.
Makalah, Koran, Jurnal, dan Majalah
A.A.G.A. Sutedja, “Rekonsiliasi Terapan Supremasi Hukum dan Hak
Azasi Manusia Gubernur Bali Anak Agung Bagus Sutedja”,
Makalah Seminar Rekonsiliasi Menuju Demokrasi Sejati, tanggal
15 April 2004 di Universitas Udayana Denpasar.
Darmayana, Hiski. “Anak Agung Bagus Sutedja, Korban Kebiadaban
Politik Orde Baru,” dimuat Minggu, 27 Januari 2013 pada:
http://www.berdikarionline.com/opini/20130127/anakagung-
bagus-sutedja-korban-kebiadaban-politik-orde-baru.
html#ixzz2LHMVG86C. Diakses 19-2-2013.
“Misteri 35 tahun Hilangnya Gubernur Sutedja”, SKH Radar Bali tanggal
3-11 September 2001.
Santikarma, Degung. 2000. “Kisah Bali dengan Keakraban dalam
Kekerasan”, Kompas, Jumat 1 September.
“Sarwo Edhie dan Penculikan Gubernur Bali,” Sinar Harapan, 18
November 2013.
“Setelah Ayah Dijemput Orang Berseragam”, D&R, No. 24/XXIX/31
Januari. 1998
Tjiong, Roy. 2002. “Budaya Kekerasan vs. Harmoni”, dalam Wacana,
edisi 9. tahun III. Yogyakarta: Insist.
Wirawan, Wahyu. 2009. Peran Militer dalam Gerakan Massa dan
Pembunuhan Masssal di Jawa-Bali, dalam Jurnal Historia Vitae. Vol.
23. No. 2. Oktober. Yogyakarta: Jurusan Sejarah FKIP, Universitas
Santa Dharma.
Film dan Internet
Kuntjara (sut.). 2005. Kawan Tiba Senja: Bali Seputar ’65, Film Dokementer
produksi LPKP ’65 Bali Bekerjasama dengan JK6 Bali.
Daftar Narasumber
Anak Agung Gde Agung Beny Sutedja, Negara-Denpasar.
Anak Agung Gde Putra Agung, mantan dosen Unud, Denpasar.
Ida Bagus Sidemen, mantan dosen Unud dan Aktivis PNI, Denpasar.
Ida Bagus Sutha, Mantan anggota PSI, Gianyar.
Nengah Seria, Mantan pegawai bea cukai. Denpasar.













