Sejarah sebagai Sekolah Moral Versus Supermarket Sekolah Abad XXI dan Memudarnya Kesejatian Hidup

Authors

  • Nengah Bawa Atmadja Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha

Keywords:

history, moral schools, supermarkets schools, the teaching of history

Abstract

This article reviews the phenomenon of modern
education, particularly highlighting the behavior or
orientation of society that ignores history as a school of
moral or political virtue in society and state. Without
the presence of the government so that the symptoms
looping symbolic violence. Second, look for strategic
steps that can be done so that the function of history as a
moral school optimal.Kajian can run against both of these
issues are very fundamental and must be understood as
the historical background of the dysfunctional moral
school. School morale is an important part of finding
a solution. By using the approach of cultural studies,
the teaching of history can be directed and contributed
ideal text and social text in order to overcome various
problems.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, I. 2006. Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

Abdullah, H.M.A. 2005. “Kata Pengantar Kesadaran Multikultural:

Sebuah Gerakan ‘Intrest Minimalization’ dalam Meredakan

Konflik Sosial”. Dalam M. A. Yaqin, Pendidikan Multikultural

Cross-Cultural Understanding untuk Demokrasi dan Keadilan.

Yogyakarta: Nuansa Aksara. Halaman xi-xx.

Abdullah, S. 2005. ”Ketika Negara Dikudeta Pasar” Wacana, Edisi 19,

Tahun VI. Halaman 135-147.

Aburdene, P. 2006. Megatrends 2010 Bangkitnya Kesadaran Kapitalisme

Tujuh Trend Baru yang akan Mengubah Strategi Kerja, Investasi,

dan Gaya Hidup. (Arfan Achyar Penerjemah). Jakarta: Trans Media.

Adam, A.W. 2006. “Pengantar Berpikir Historis Membenahi Sejarah”.

Dalam S. Wineburg, Berpikir Hitoris Memetakan Masa Depan,

Mengajarkan Masa Lalu. (Masri Maris Penerjemah). Jakarta:

Yayasan Obor Indonesia. Halaman vi-xix.

Agung, I. A.A.G. 1989. Bali pada Abad XIX Perjuangan Rakyat dan Rajaraja

Menentang Kolonialisme Belanda. Yogyakarta: Gadjah Mada

University Press.

Agung, P. 2004. “Konflik Komunal: Konflik Internal Etnik Bali; Kasus

di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng”. Tantular Jurnal

Ilmu Sejarah, Edisi Nomor 1, Tahun 2004. Halaman 10-19.

Akhmad. 2005. Amber dan Komin. Yogyakarta: Bigraf Publishing.

Amal, I. 1998. “Perspektif Pembangunan Jangka Panjang Globalisasi,

Demokrasi dan Wawasan Nusantara”. Dalam Yaya M. Abdul

Aziz ed. Visi Global Antisipasi Indonesia Memasuki Abad Ke-21.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Halaman 44-52.

Anderson, B. 2001. Imagined Communities Komunitas-komunitas

Terbayang. (Intan Naomi Penerjemah). Yogyakarta: Pustaka

Pelajar.

Atmadja, N.B. 2003. Manajemen Konflik pada Desa Adat Multietnik di

Buleleng, Bali. Singaraja: IKIP.

Atmadja, N.B. 2007. Bali pada Era Globalisasi Pulau Seribu Pura Tidak

Seindah Penampilannya. Yogyakarta: LKiS.

Atmodjo, M.M.S.K. 1986. “Pengertian Local Genius dan Relevansinya

dalam Modernisasi”. Dalam Ayatrohaedi ed., Kepribadian

Budaya Bangsa (Local Genius). Jakarta: Pustaka Jaya. Halaman

46-71.

Azra, A. 2007. “Jejak Sejarah Soeharto”. Harian Kompas, Rabu, 25 April

2007. Halaman 7.

Barker, C.. 2004. Cultural Studies Teori dan Praktik. Penerjemah:

Nurhadi. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Bertens, K. 1987. Panorama Filsafat Modern. Jakarta: PT Gramedia.

Buchori, M. 2001. Pendidikan Antisipatoris. Yogyakarta: Kanisius.

Budianta, M. “Multikulturalisme dan Pendidikan Multikultural:

Sebuah Gambaran Umum”. Dalam Buhanuddin ed., Mencari

Akar Kultural Civil Society di Indonesia. Jakarta: INCIS. Halaman

88-101.

Burton, G. 2007. Membincangkan Televisi Sebuah Pengantar Kepada Studi

Televisi. (Laily Rahmawati Penerjemah). Yogyakarta: Jalasutra.

Caputo, J. D. 2003. Agama Cinta Agama Masa Depan. (M.L. Sinaga

Penerjemah). Bandung: Mizan.

Collingwood, R.G. 2004. Filsafat Sejarah Investigasi Historis dan Arkeologi.

(R.A. Abror Penerjemah). Yogyakarta: Insight Reference.

Daniel, C.M. 2004. The Power of Religion. Yogyakarta: Musikanan

Doyle, M. 1999. A Global Development Unit for Teachers in Training.

Makalah disampaikan pada International Conference on

Education Issues in Education of Pluralistic Societies and

Responses to the Global Challenges Towards the year 2020,

Joint-Committee Between: IKIP Bandung and La Trobe

University, Australia, Bandung, 11-13 November 1999.

Eagleston, R. 2003. Posmodernisme dan Penolakan Holocaust. (Helmi

Mustofa Penerjemah). Yogyakarta: Jendela.

Fromm, E. 1987. Memiliki dan Menjadi Dua Modus Eksistensi.

(Soesilohardo Penerjemah). Jakarta: LP3ES.

Fromm, E. 2003. Akar Kekerasan Analisis Sosio-Psikologis atas Watak

Manusia. (Imam Muttaqin Penerjemah). Yogyakarta: Pustaka

Pelajar.

Geertz, C. 1999. After the Pact Dua Negeri, Empat Dasawarsa, Satu

Antropolog. (Landung Simatupang Penerjemah). Yogyakarta:

LKiS.

Giddens, A. 2005. Konsekuensi-konsekuensi Modernitas. (Nurhadi

Penerjemah). Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Griffin, D.R. 2005. Visi-visi Posmodern. (Penerjemah A. Gunawan

Admiranto). Yogyakarta: Penerbit Kanisius

Hadi, S. et al., 2007. Disintegrasi Pasca Orde Baru Negara, Konflik Lokal

dan Dinamika Internasional. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Hegel, G.W.F. 2005. Nalar dalam Sejarah. (Salahuddin GZ Penerjemah).

Yogyakarta: Teraju.

Hertz, N. 2004. Kapitalisme Global dan Kematian Demokrasi Membunuh

atas Nama Kebebasan. (Dindin Solahudin Penerjemah). Bandung:

Nuansa.

Horgan, J. 2005. Senjakala Ilmu Pengetahuan. (Penerjemah Djejen

Saifudin). Bandung: Teraju.

Jhamtani, H. 2005. ”Penjajahan Pikiran dan Ruang Hidup” Wacana,

Edisi 19, Tahun VI. Halaman 3-12.

Kartodirdjo, S. 1987. Kebudayaan Pembangunan dalam Perspektif Sejarah.

Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Kartodirdjo, S 2005. Sejak Indische sampai Indonesia. Jakarta: Penerbit

Kompas

Kleden, I. 1999. ”Dari Etnografi ke Etnografi tentang Etnografi

Antropologi Clifford Geertz dalam Tiga Tahap”. Dalam

C. Geertz, After the Pact Dua Negeri, Empat Dasawarsa, Satu

Antropolog. (Landung Simatupang Penerjemah). Yogyakarta:

LKiS. Halaman ix-xxii.

Korten, D.C. 2002. The Post-Corporate World Kehidupan Setelah Kapitalis.

(A. Rahman Zainuddin Penerjemah). Jakarta: Yayasan Obor

Indonesia.

Magnis-Suseno, F. 2006. Berebut Jiwa Bangsa Dialog Perdamaian dan

Persaudaraan. Jakarta: Kompas.

Maguire, D.C. 2000. Energi Suci Kerja Sama Agama-agama untuk

Menyelamatkan Masa Depan Manusia dan Dunia. (Ali Noer

Zaman Penerjemah). Yogyakarta: Pohon Sukma.

Morin, E. 2005. Tujuh Materi Penting bagi Dunia Pendidikan. (Imelda Kusumastuty Penerjemah). Yogyakarta: Kanisius.

Murtiningsih, S. 2004. Pendidikan Alat Perlawanan Teori Pendidikan

Radikal Paulo Freire. Yogyakarta: Resist Book.

Nasikun. 1992. Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: Rajawali Press

Ohmae, K. 2005. The Next Global Stage Tantangan dan Peluang di Dunia

yang Tidak Mengenal Batas Kewilayahan. (Penerjemah: Ahmad

Fauzi). Klaten: PT. Intan Sejati Klaten.

Palmer, Y.A. ed., 2006. Fifty Modern Thinker on Education 50 Pemikir

Paling Berepengaruh terhadap Dunia Pendidikan Modern. (Farif

Asiffa Penerjemah). Yogyakarta: IRCiSoD.

Piliang, Y. A.. 1998. Sebuah Dunia yang Dilipat Realitas Kebudayaan

Menjelang Milenium Ketiga dan Matinya Posmodernisme.

Yogyakarta: Penerbit Mizan.

Piliang, Y. A.. 2003. Hipersemiotika Tafsir Cultural Studies atas Matinya

Makna. Yogyakarta: Jalasutra.

Piliang, Y. A.. 2004. Posrealitas: Realitas Kebudayaan dalam Era

Posmetafisika. Yogyakarta: Jalasutra

Piliang, Y. A.. 2004a. Dunia yang Berlari Mencari Tuhan-Tuhan Digital.

Jakarta: Grasindo.

Piliang, Y. A.. 2005. Transpolitika: Dinamika Politik di Dalam Era

Virtualitas. Yogyakarta: Jalasutra.

Piliang, Y. A. 2006. “Antara Minimalisme dan Pluralisme Manusia

Indonesia”. Dalam A. Adlin ed., Menggeledeh Hasrat Sebuah

Multi Perspektif. Yogyakarta: Jalasutra. Halaman 1-24.

Prabhavananda, S. 2006. Agama Veda dan Filsafat. (I Nyoman Ananda

Penerjemah). Surabaya: Paramita.

Purwanto, B. 2006. Gagalnya Hinstoriografi Indonesia? Yogyakarta:

Ombak.

Ra, A. 2004. Butir-butir Indah Wacana Bhagawan Sri Satya Sai Baba Intuisi

Kesadaran Supra. Jakarta: Studi Meditasi Sathya Sai.

Rathgeber, T. 2006. “Pengantar”. Dalam Theodore Rathgeber (ed.)

Hak-hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya di Papua Kerangka Hukum

dan Politik untuk Dialog. Halaman: 7-35. Jakarta: Pustaka Sinar

Harapan.

Reiner, G.J. 1997. Metode dan Manfaat Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Pustaka

Pelajar.

Ricklefs, M.C. 1994. Sejarah Modern Indonesia. (Penerjemah Tim

Penerjemah). Yoyakarta: Gajah Mada University Press

Ritzer, G. dan D.J. Goodman. 2004. Teori Sosiologi Modern. (Alimandan

Penerjemah). Jakarta: Prenada Media.

Robinson, G. 2006. Sisi Gelap Pulau Dewata Sejarah Kekerasan Politik.

(A.B. Prasetyo Penerjemah). LKiS.

Shariati, A. 1984. Tugas Cendekiawan Muslim. (terj. M. Amien Rais).

Jakarta: CV Rajawali Pers.

Steger, M.B. 2002. Globalisme Bangkitnya Ideologi Pasar. (Penerjemah

Heru Prasetia). Yogyakarta: Lafadl Pustaka

Sulistyo, H. 2000. Palu Arit di Ladang Tebu Sejarah Pembantaian Massal

yang Terlupakan (Jombang Kediri 1965-1966). Jakarta: KPG.

Susanto, J. 2004. Kearifan Kuno di Zaman Modern Penyejuk Manusia

dalam Mencari Kebenaran. Jakarta: Hikmah.

Susetyo, B. 2007. “Kesejatian Hidup”. Harian Kompas, Sabtu, 7 April

2007. Halaman 7.

Tabb, W.K. 2001. Tabir Politik Globalisasi. (Penerjemah Uzair Fauzan,

dkk.). Yogyakarta: lafadl Pustaka

Tedjoworo, H. 2005. Imaji dan Imajinasi Suatu Telaah Filsafat Postmodern.

Yogyakarta: Kanisius.

Thompson, J.B. 2003. Analisis Ideologi Kritik Wacana Ideologi-ideologi

Dunia. (Haiqqul Yakin Penerjemah). Yogyakarta: IRCiSoD.

Triyono, L. 2001. Keluar dari Kemelut Maluku. Yogyakarta: Pustaka

Pelajar.

Wibowo, I. 2000.ed., Harga yang Harus Dibayar Sketsa Pergulatan Etnis

Cina di Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Wibowo, I. 2005. ”Sejarah Globalisasi dan Korporasi”. Wacana, Edisi

19, Tahun VI. Halaman 15-27.

Widja, I G. 2002. Menuju Wajah Baru Pendidikan Sejarah. Yogyakarta:

Lapera Pustaka Utama.

Wineburg, S. 2006. Berpikir Hitoris Memetakan Masa Depan, Mengajarkan

Masa Lalu. (Terj. Masri Maris). Jakarta: Obor Indonesia.

Zaehner, 1992. Kebijakan dari Timur Beberapa Aspek Pemikiran

Hinduisme. (A. Sudiardja Penerjemah). Jakarta: PT Gramedia

Pustaka Utama.

Resident Bali en Lombok, Afschrift, No. 1941, 10. Singaradja, 16 April

1912. Dokumen milik Kembar Kerepun yang diperoleh dari

koleksi Dossier Korn No. 213, pemberian Davis J. Stuart Fox.

Setia, Putu, “Kemiskinan & Ritual Mewah,” Raditya, No. 111-Oktober

2006.

Sucipta, I Wayan “Merajut Turunan Arya Kanuruhan,” Sarad, No. 78

Oktober 2006,

Wijaya, Nyoman. 2006. “Menerobos Badai: Biografi Intelektual Prof.

Dr. I Gusti Ngurah Bagus,” belum dipublikasikan.

W.S., “Sedikit Tentang Pengadilan Di Bali,” Bhawanagara, No.5

October 1932 Tahun Ii, Pp. 74-75.

Downloads

Published

2026-05-22

How to Cite

Nengah Bawa Atmadja. (2026). Sejarah sebagai Sekolah Moral Versus Supermarket Sekolah Abad XXI dan Memudarnya Kesejatian Hidup. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 4(1), 55-110. https://ejournal1.unud.ac.id/index.php/kajianbali/article/view/5657