Eksistensi Cerita Rakyat dalam Pendidikan Karakter Siswa SD di Ubud
Keywords:
existence, Balinese folktales, character education, Ubud Primary SchoolAbstract
Balinese folktales should be preserved and developed in order to improve the emotional intelligence of the nation, especially elementary school children as the future generation. This article analyses the existence of Balinese folktales in character education in elementary school children in Ubud. The study on the use of folktales shows that Balinese folktales contributed to character education in elementary school children. It was shown in the folktale I Lacur which educates cautionary acts, not being envious, being stoical and helpful. The folktale Bulan Kuning also contributes to the formation of the attitude of helpfulness. Stoicism and not doing violence are narrated in the folktale Ni Tuung Kuning which can be used as an alternative in the improvement of children’s character. The folktale I Crucuk Kuning contributes to the formation of honesty, discipline, and responsibility. The folktale Angsa teken I Kekua contributes to the formation of attitudes of not breaking a promise. The use of folktale in teaching not only useful in passing on moral values of the stories but also to preserve the intangible cultural heritage.
References
Badan Penelitian dan Pengembangan. 2010. Panduan Pengembangan
Pendidikan dan Budaya Bangsa. Jakarta: Kemendiknas.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. Kamus Besar Bahasa
Indonesia. Jakarta: Depdikbud.
Depdagri. 2007. Peraturan Menteri Dalam Negeri No 39 Tahun 2007 tentang
Pedoman Fasilitas Organisasi Kemasyarakatan Bidang Kebudayaan,
Keraton, dan Lembaga Adat dalam Pelestarian dan Pengembangan
Budaya Daerah. Jakarta: Depdagri.
Ermadwicitawati, I N Sudiana, I M Sutama. 2013. Pengembangan Materi
Ajar Cerita Anak yang Mengandung Pendidikan Karakter pada
Pembelajaran Membaca Cerita Anak SMP Kelas VII di Singaraja.
E Journal Program Paca Sarjana Undiksa. http://pacaundiksa.
ac.idfe journal/index php/jurnal bahasa/index php/ article/V
Jew File/703/48. Diakses 4 – 11 - 2013
Goleman, Daniel. 1997. Emotional Inteligence Alih Bahsa Hermaya.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Hasanah, Muahibatul. 2012. Model Cerita Fiksi Kontemporer Anak-Anak
untuk Pengembangan Kemahirwacanaan Siswa Kelas V Sekolah
Dasar. http://journal.unv.ac/indek php/hiter.
Iskandar Wassid 2009. Strategi Pembelajaran Bahasa . Bandung: Pt Remaja
Rosda Karya.
Kemendiknas. 2010. Desain Induk Pendidikan Karakter. Jakarta:
Kemendiknas.
Lickona, T. 1991. Educating for Character. New York: Bantams Book.
Mas, A.A. Gede Raka. 2007. Cerita Rakyat Bali. Surabaya: Paramita.
Palmer, R.E. 2003. Hermeneutika. Teori Baru Mengenai Interpretasi.
Penerjemah Musnur Hery dan Damanturi Muhammed.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Pradopo, Rahmad Djoko. 2002. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah
Mada University Press
Pramuki, Esti B. 2011. Cerita Anak Sebagai Media Pembelajaran BI dalam
Pembentukan Karakter Siswa SD. Semarang: UNS.
Putra, I Nyoman Darma. 2011. “Politik Identitas dalam Teks Sastrawan
Bali”, Jurnal Kajian Bali, Vol. 1, No. 1, hlm. 124-151.
Rasna, I Wayan. 2012. “Peran Cerita Anak dalam Pendidikan Karakter”.
Makalah. Disajikan dalam Seminar Nasional Bahasa dan Sastra
Indonesia. Undiksa.
Suarka, I Nyoman. 2010. “Kesusastraan Bali”. Makalah. Disajikan
dalam Pelatihan Nyastra Tentang Pemantapan Pemahaman
Pengajaran Bahasa.
Suarka, I Nyoman dkk. 2011. Nilai Karakter Bangsa dalam Permainan
Tradisional Anak-Anak Bali. Denpasar: Udayana University Press.
Suhartini. 2009. “Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA”.
Prosiding Disampaikan dalam Seminar Nasional. Yogyakarta.
http://www.searchdokument.com/pdf/1/kajian Kearifan
Lokal Masyarakat dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam dan
Lingkungan. html
Wheeler, L. Kip. 2013. Literary Definitions and Terms. http://web.cn.Edu
/whheler/litterms s.html. diakses 22 Agustus 2013.
Warna, I Wayan, dkk. Satua Bali. Tanpa Penerbit.
Warna, I Wayan, dkk. 1990. Kamus Bali Indonesia. Denpasar: Dinas
Pendidikan Dasar Dati I Bali.













