Nilai-nilai dan Parameter Demokrasi dalam Kehidupan Masyarakat Bali
Keywords:
local wisdom, democratic values, empirical democracy, Balinese cultureAbstract
Balinese culture has a lot of potential values of democracy
which up till now still become the basis in the society’s life. To
explore this potentiality, this study is trying to explain how
the manifestation of the normative democratic values and
the empirical democracy are implemented in society of Bali.
This writing is based on the research which used qualitative
method that covered the collection of primary and secondary
data, theories of analyzing data, analysis and interpretation
of already selected data. Writing and constructing the whole
result of this research were also done in this study.
Based on the result of this research, it was found that the
manifestation of the normative democratic values show that
there were respects for the individual rights, obedience political
fatsoen, the spirit of cooperation, rotation of the autority and
periodical succesion, equality and respect for citizen’rights,
tolerance in dessent, transparency and accountabilty of the
authority holders, and participation in public policy.
Meanwhile, the empirical manifestation of the
democracy which is reflected in many aspects of Balinese life
greatly affects how the describe the concept of democracy as
the basis of the strength and independence of the transition
of the democracy happening nowdays. The application of the
values and the parameter of the democracy also influence the
form and the characteristic of the relation between Balinese
society and the government as part of the institution.
References
Ardika, I Wayan dan I Nyoman Darma Putra (ed.). 2004. Politik
Kebudayaan dan Identitas Etnik. Denpasar: Fakultas Sastra
Universitas Udayana dan Balimangsi Press.
Covarrubias, Miguel. (Terjemahan Sunaryono Basuki, Ks). 2013. Pulau
Bali Temuan yang Menakjubkan. Denpasar: Unud Press.
Dwipayana, Ari. 2003. “Catatan Kritis Pelaksanaan Otonomi Tingkat
Desa di Bali” dalam Karim, Abdul Gaffar, (ed), Kompleksitas
Persoalan Otonomi Daerah di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
dan Jurusan Ilmu Pemerintahan Fisipol UGM.
Fay, Brian, 2002. M. Filsafat Ilmu Sosial Kontemporer. Yogyakarta: Jendela.
Gaffar, Afan. 2004. Politik Indonesia: Transisi Menuju Demokrasi.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Geriya, I Wayan. 2003. ”Potensi Konflik dan mediasi Konflik Dampak
Tragedi Bom Kuta, Bali”, Laporan Penelitian Baseline Impact
Assesment-Sub National of the Bali Bombing, Kerjasama FE Unud
dengan World Bank, UNDP, USAID, Denpasar, 18 Januari 2003
Kautilya (Canakya). 2003. Arthasastra. Surabaya: Penerbit Paramita.
Koentjaraningrat. 1987. Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan.
Jakarta: Penerbit PT Gramedia.
Macridis, Roy C and Brown,Bernard E. 1977. Comparative Politics: Notes
and Reading. Illinois: The Dorsey Press.
Naya Sujana, Nyoman. 1994. “Manusia Bali di Persimpangan Jalan”,
dalam Pitana, I Gde (ed), Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan
Bali. Denpasar: Penerbit BP.
Pelly, Usman. 1993. “Demokrasi dalam Kehidupan Budaya”, dalam
Effendi, Sofian et al (peny), Membangun Martabat Manusia:
Peranan Ilmu-ilmu Sosial dalam Pembangunan. Yogyakarta:Gadjah
Mada University Press.
Pesantian Sanathana Gita. 1997. Kakawin Nitisastra dan Putra Sesana.
Mataram: Pesantian Sanathana Gita.
Piliang, Yasraf A. 2005. Transpolitika: Dinamika Politik di dalam Era Virtualitas. Yogyakarta: Jalasutra.
Pitana, I Gde (ed) Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan Bali. Denpasar:
Penerbit BP.
Plano, Jack C. et al . 1982. Kamus Analisa Politik. Jakarta: Rajawali.
Putra, I Nyoman Darma. 2007 (Cet ke-2). Wanita Bali Tempo Doeloe,
Perspektif Masa Kini. Denpasar: Pustaka Larasan.
Robinson, Geofrey. 2006. Sisi Gelap Pulau Dewata: Sejarah Kekerasan
Politik. Yogyakarta: LkiS.
Sadia, I Wayan (penerjemah). Tt. Pendidikan Nilai-nilai Kemanusiaan
untukJaman Baru. Jakarta: SSS Centre.
Setia, Putu (ed). 1993. Suara Kaum Muda Hindu. Jakarta: Yayasan Dharma
Nusantara-FCHI.
Setyaningrum, 2004. Multikulturalisme Sebagai Identitas Kolektif, Kebijakan
Publik dan Realitas Sosial, dalam Hiariej, Erick dkk (ed), Politik
Transisi Pasca Soeharto. Yogyakarta: Penerbit Fisipol UGM.
Sorensen, G. 2003. Demokrasi dan Demokratisasi: Proses dan Prospek dalam
Sebuah Dunia yang Sedang Berubah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Suastika, I Made. 2005. “Berpikir Positif dalam Budaya Bali” dalam
PaEni, Mukhlis dan Pudentia (ed), 2005, Bunga Rampai Budaya
berpikir Positif Suku-suku Bangsa. Jakarta: Departemen Kebudayaan
dan Pariwisata & Asosiasi Tradisi Lisan.
Sudiana, I Gusti Ngurah. 2010. Rancangan Bhisama Sabha Pandita PHDI
Pusat tentang Antikuropsi. Denpasar: PHDI Bali.
Titib, I M.. 1996. Veda: Sabda Suci Pedoman Prakts Kehidupan. Surabaya: Paramita.
Titib, I Made. 2012. Sinergi Agama Hindu dan Budaya Bali, dalam http://
www.parisada.org/index.php?option=com_content&task=view
&id=507&Itemid=79&limit=1&limitstart=3 diunduh 12-12-2012.
Uhlin, Anders. 1995. Democracy and Diffusion: Transnational Lesson-
Drawing among Indonesian Pro-Democracy Actors. Sweden:
Departement of Political Science, Lund University.
Windia, Wayan P. 2004. Danda Pacamil: Catatan Populer Istilah Hukum
Adat Bali. Denpasar: Upada Sastra.
Zuhro, R. Siti. 2009. Demokrasi Lokal: Perubahan dan Kesinambungan Nilainilai
Budaya Politik Lokal di Jawa Timur, Sumatera Barat, Sulawesi
Selatan dan Bali. Yogyakarta: Penerbit Ombak.













