Alih Fungsi Pesisir Pascareklamsi dan Implikasinya terhadap Marginalisasi Nelayan di Pulau Serangan, Denpasar

Authors

  • Nyoman Suryawan IKIP Saraswati Tabanan

Keywords:

Serangan Island, reclamation project, fisherman, marginalization

Abstract

This article analyzes process of marginalization of Serangan
Island community in Denpasar, Bali, as a result of the island’s
coastal reclamation project began in the early 1990s. The study
uses qualitative research methods whereas data collection techniques
included participant observation, in-depth interviews,
and documentation study. Data were critically analyzed applying
some cultural studies theories. Results of the study are as
follows. First, the form of marginalization of fishermen looked
in economic marginality, and urgency in the use environment.
Second, there were external and internal factors that cause marginalization.
External factors included the role of government
through product legislation in force, the involvement of investors
through reclamation, and utilization of coastal areas for the
benefit related to tourism and other business services. Internal
factors caused by low human resource fisherman seen from his
education and lifestyle consumerism. Third, the marginalization
of the fisherman has a meaning of its own that is concerning the
meaning of existence, the meaning of solidarity, and the meaning
of life struggle.

References

Abidin, Z. 2006. Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan.Yogyakarta:

Pustaka Pelajar

Bahri, Samsul 1995. Nelayan dan Kemiskinan : Suatu Studi tentang Pola

Patron- Klien. Yogyakarta : universitas Gadjah Mada.

Barker, Christ. 2004. Cultural Studies Teori dan Praktek. Penerjemah dan

penyunting: Tim Kunci Cultural Studies Center. Yogyakarta: PT

Bentang Pustaka.

Berger, Peter L. 1982. Piramida Kurban Manusia (A.Rahman Tolleng,

Penerjemah). Jakarta : LP3ES.

Budiman, H. 1997. Pembangunan yang Selalu Gagal Modernisme dan Krisis

Rasionalitas Menurut Daniel Bell.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dahuri, Rohmin, Jacub Rais dkk. 2001. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah

Pesisir dan Lautan Terpadu. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

Damsar. 2011. Pengantar Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada

Media Group.

Fashri, Fauzi. 2007. Penyingkapan Kuasa Simbol Apopriasi Reflektif

Pemikiran Pierre Bourdieu.Yogyakarta: Juxtapose.

Giddens,Anthony. 2003. Masyarakat Post-Tradisional. (Ali Noerzaman,

Penerjemah). Yogyakarta: IRCiSod.

Gramsci, Antonio.1976. Selections from the Prison Notebooks Quintin Hoare

dan Nowell Smith (ed). New York: International Publisher.

Harker, Richard dan Cheelen Mahar. 2009. (Habitus x Modal) + Ranah

= Praktik Pengantar Paling Komprehensif kepada Pemikiran Pierre

Bourdieu. (Pipit Maizier, penerjemah). Yogyakarta: Jalasutra.

Inoue,Yasuko, Oki Hadiyati dkk. 1999. Model Pengelolaan Hutan Mangrove

Lestari. Jakarta: Departemen Kehutanan dan Perkebunan

Republik Indonesia.

Koentjaraningrat .2003. Kamus Istilah Antropologi. Jakarta: Pusat Bahasa

Departemen Pendidikan Nasional.

Keraf, A. Sonny. 2002. Etika Lingkungan. Jakarta: Buku Kompas.

Kusnadi, H. 2001 Konflik Sosial Nelayan:Kemiskinan dan Perebutan Sumber

Daya Perikanan.Yogyakarta: LKis.

Mardika, Nyoman. 2000. Konflik kepentingan dalam kebijakan Pembangunan

Pariwisata di Pulau Serangan. Denpasar: Universitas Udayana

Patria N dan Andi Arief. 1999. Antonio Gramsci Negara dan Hegemoni.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Piliang,Yasraf Amir. 1999. Hiper-realitas Kebudayaan.Yogyakarta: LKiS.

_______2006. Dunia yang Dilipat Tamasya Melalui Batas-batas Kebudayaan.

Yogyakarta: Jalasutra

Ratna, Nyoman Kutha. 2004. Relevansi Teori-teori Postsrukturalisme dalam

Memahami Karya Satra, Aspek-Aspek Kebudayaan Kontemporer pada

Umumnya. Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu

Sastra. FS. Denpasar: Universitas Udayana.

Tuwo, H. Ambo. 2011. Pengelolaan Ekowisata Pesisir dan Laut

Pendekatan Ekologi Sosial Ekonomi Kelembagaan dan Sarana

Wilayah. Surabaya :Tim Brilian Internasional

Storey, John. 2003. Teori Budaya dan Budaya Pop. Yogyakarta : Kalam.

Sumaatmadja, N. 1989. Studi Lingkungan Hidup. Bandung : PT Alumni.

Supartha, Wayan. 1998. Baliku Tersayang Baliku Malang Potret Otokritik

Pembangunan Bali dalam Satu Dasa Warsa. Denpasar : Bali Post.

Woinarki, L. 2002. Pulau Serangan: Dampak Pembangunan pada Lingkungan

dan Masyarakat. Malang: Universitas Muhamadiyah.

Downloads

Published

2015-04-11

How to Cite

Alih Fungsi Pesisir Pascareklamsi dan Implikasinya terhadap Marginalisasi Nelayan di Pulau Serangan, Denpasar. (2015). Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 5(1), 57-80. https://ejournal1.unud.ac.id/index.php/kajianbali/article/view/5617