Makna simbolik bahasa ritual pertanian masyarakat Bali
Keywords:
agricultural ritual, Bali society, farmer, symbolic meaning, local wisdomAbstract
The purpose of this study is to conserve the agricultural culture and to review the symbolic meaning and local wisdom in certain agricultural rituals. This research is conducted in Subak Kedua Pasedahan Yeh Lauh, Peguyangan Kangin Village, West Denpasar, Bali. Data is collected using the methods of interview and literature review. From the data collected, there are twenty four ritual steps found that should be performed by the farmers in Bali. Those indicate farmers’ religious nature and appreciation of their cultural tradition. Each ritual from sowing to harvesting contains symbolic meanings and cultural values embraced as the guidance in farming life. From the analyses concerning its ritual and tools used, it is concluded that the symbolic meaning of ritual discourse performed by the farmers are: (1) expressing gratitude to God for all abundant harvest grace; (2) asking permission for farming to the motherland as the manifestation of God in term of the ruler of the land; (3) asking for safety for having a successful agriculture to God (Goddess Sri); (4) offerings to the rice field rulers to be kept away from pests that damage plants; (5) keeping the environmental balance –in the philosophy of Hindu society in Bali, it is one of Tri Hita Karana’s best practices.
References
Atmaja, Nengah Bawa. 2008. “Kearifan Lokal: Mendekatkan
Kesenjangan Antara Teks Ideal dan Teks Sosial Melalui Pikiran
Menyintesis dan Multiperspektif”. Makalah disampaikan
dalam Seminar Nasional Terkait Jubilium Emas (50 th) Fakultas
Sastra Universitas Udayana.
Bandana, S. 2005. “Wacana Ritual Penanaman Padi di Selemadeg
Barat: Kajian Linguistik Kebudayaan”. Tesis Magister
Linguistik, Program Studi S2 Linguistik, Program Pascasarjana
Univresitas Udayana.
Bandana, S. Dkk. 2010. “Wacana Ritual Pertanian Sebagai Usaha
Pelestarian Bahasa dan Budaya Bali : Sebuah Kajian Linguistik
Etnologi” . Laporan Penelitian Kementerian Pendidikan
Nasional Pusat Bahasa . Denpasar : Balai Bahasa Denpasar.
Bonvillain, Nancy. 2003. Language, Culture, and Communication. The
Meaning of Messages. New Jersey : Printice Hall
Endraswara, Suwardi. 2012. Metodologi Penelitian Kebudayaan.
Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
Gara, I.W. 2006. “Wacana Samodana Usaba Sambah pada
Masyarakat Tenganan Pegringsingan: Sebuah Kajian Linguistk
Kebudayaan.” Disertasi Pada Program Studi S3 Linguistik
Program Pascasarjana Universitas Udayana
Griya, W. 2000. Transformasi Kebudayaan Bali Memasuki Abad XXI.
Denpasar : Bali Post
Hymes, D.H. 1964. Language in Culture and Society. A Reader in
Linguistics and Anthropology. New York : Harper International
Edition
Iskandar, Johan. 2012. Ekologi Perladangan Orang Baduy. Pengellaan
Hutan Berbasis Adat Secara Berkelanjutan. Bandung: PT Alumni
Kersten, J, SVD. 1980. Bahasa Bali. Kamus Bahasa Lumrah. Ende: Nusa
Indah
Koentjaraningrat. 2002. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan.
Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Netra, I.M. 2012. “Wacana Ritual Melong Pare Bulu Komunitas Petani
Adat Bayan, Lpmbok Barat : Kajian Etnopragmatik. Disertasi.
Program Studi S3 Linguistik Program Pascasarjana Universitas
Udayana.
Pastika, I Wayan. 2002. “Nuansa Gender dalam Bahasa Kita”. Dalam
Srikandi : Jural Studi Jender. Vol.2, No.2, Tahun 2002. Denpasar :
Pusat Studi Wanita Lembaga Penelitian Universitas Udayana.
Sirtha, N. 2008. Subak, Konsep Pertanian Religius : Perspektif Hukum,
Budaya, dan Agama Hindu. Surabaya: Paramita
Radclife-Brown, A.R. 1979. Structure and Fuction in Primitive Society:
Essays and Adresses. London and Henley : Routledge & Kegan
Paul
Spradley. J.P. 1997. Metode Etnograf. EdisiTerjemahan oleh Misbah
Zulfa Elizabeth. Yogyakarta ; PT Tiara Wacana Yogya
Suaka, I Nyoman. 2013. “ Folklor Bhatari Sri Kearifan Lokal petani
di Balik Warisan Budaya Dunia” dalam Folklor dan Folklife
Dalam Kehidupan Modern. Endraswara dkk. (ed.). Yogyakarta:
Ombak.
Subak Kedua. 1993. Aci-aci Subak Kedua. Pesedahan Yeh Lauh. Denpasar,
Kecamatan Denpasar Barat, Desa Peguyangan Kangin
Sudikan, Setya Yuwana. 2013. “ Pengetahuan dan Kearifan Lokal
dalam Tradisi Lisan Nusantara: Pengetahuan Nilai-nilai
Kebhinekaan untuk Indonesia Masa Kini dan Masa Depan”
Makalah Seminar Nasional Tradisi Lisan dalam Pendidikan,
FPBS IKIP Saraswati Tabanan 26-27 April 2013.
Turner, Victor. 1967. The Forest of Symbols: Aspect of Ndembu Ritual.
London : Cornell Paperback, Cornell University Press













