Lembaga perkreditan desa sebagai penopang keajegan budaya ekonomi masyarakat Bali

Authors

  • Anak Agung Ngurah Gede Sadiartha Universitas Hindu Indonesia

Keywords:

Village Credit Union, economic culture, Balinese society

Abstract

Village Credit Union “Lembaga Perkreditan Desa” (LPD) continues to develop into an autonomous and tough intermediary institution. This paper discusses LPD as a model of superior traditional financial institutions, and its role in supporting the economic culture of the people of Bali. This paper is the result of qualitative research with data obtained from observation, documentation study and interview with 10 informants: LPD credit recipients, practitioners and observers of LPD. The data were descriptively, qualitatively, and interpretatively analyzed using economic management theory and the theory of social practice (Bourdieu). The results show: Firstly, LPD develops into a formidable traditional financial institution because: (a) LPD was autonomous, not subject to central policy, but refer to local regulations and awig-awig; (b) Implementation of modern global banking management, ie management functions, 5C principles, and innovation of LPD products and implementastion of cultural values ??of local organizations including Hindu philosophy on prosperity Tri Hita Karana, Catur Asrama and human relations manyamebraya. Secondly, the existence of LPD was able to improve socio-economic welfare and sustain the cultural traditions of indigenous villagers in Bali.

👁 Abstract Views: 9📥 pdf Downloads: 35

References

Arsyad, lincolin, 2008. Lembaga Keuangan Mikro Institusi, Kinerja, dan

Sustanabilitas. Yogyakarta: ANDI

Bourdieu, Pierre. 1990. (Habitus X Modal) + Ranah= Praktik: Pengantar

Paling Komprehensif kepada Pemikiran Bourdieu (terjemahan).

Bandung: Jalasutra.

BKS-LPD. 2015. Standar Kerja Organisasi dan Manajemen SDM LPD Bali.

Denpasar: BKS-LPD.

Cendikiawan, I Nyoman. 2006. “Eksistensi Lembaga Perkreditan

Desa (LPD) Desa Pakraman Mas Ubud Gianyar (Studi Potensi

dan Kendala).” Denpasar: Program Magister Ilmu Agama dan

Kebudayaan, UNHI Denpasar.

Deal, Terrence E and Allan A Kennedy. 1982. Corporate Culture, The

Rites and Ritual of Corporate Life. New York: Addition – Wesley

Publishing Inc.

Dendawijaya, Lukman. 2005. Manajemen Perbankan (Edisi Kedua).

Jakarta: Ghalia Indonesia.

Geriya, I Wayan. 2008. Transformasi Kebudayaan Bali Memasuki Abad

XXI. Surabaya: Paramita.

Keputusan Bersama Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri,

Menteri Koperasi dan UKM, dan Gubernur Bank Indonesia,

dengan Nomor: 351.1/KMK.010/2009, Nomor: 009-639 A Tahun

2009, Nomor: 01/SKB/M.KUKM/2009, dan Nomor: 11/43A/

KEP.GBI/2009, tanggal 7 September 2009, tentang Strategi

Pengembangan Lembaga Keuangan Mikro.

Koentjaraningrat. 2007. Villages in Indonesia. Jakarta: Equinox

Publishing.

Kumbara, Anak Agung Anom. 2010. Konstruksi Wacana Ajeg Bali

Dalam Relasi Kuasa: Antara Ideologi dan Utopia. Pidato

Pengenalan Jabatan Guru Besar Tetap Dalam Bidang Ilmu

Epistimologi Antropologi pada Fakultas Sastra Universitas

Udayana. Jimbaran: Universitas Udayana.

LP-LPD. 2017. Neraca Lembaga Perkreditan Desa periode 2011 – 2016.

Denpasar: LP-LPD.

Mantra, Ida Bagus. 1996. Landasan Kebudayaan Bali. Denpasar: Yayasan

Dharma Sastra.

Pemerintah Provinsi Bali. 2010. Profile Lembaga Perkreditan Desa (LPD)

Daerah Bali Tahun 2009.Denpasar: Pemerintah Provinsi Bali.

Pemerintah Provinsi Bali. 2002. Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor

8 Tahun 2002 tentang Lembaga Perkreditan Desa (LPD).

Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2012 tentang Lembaga Perkreditan

Desa (LPD).

Profil Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Daerah Bali Tahun 2008.

Denpasar: Pemerintah Provinsi Bali.

Sadiartha, Anak Agung Ngurah Gede. 2011. “Hegemoni Pemerintah

Dalam Pengelolaan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Di

Kabupaten Badung.” Denpasar: Program Pascasarjana

Universitas Udayana Denpasar.

Sadiartha, Anak Agung Ngurah Gede. 2016. “Implementation of

Tri Hita Karana - Based Organizational Culture by Lembaga

Perkreditan Desa at Kuta Traditional Village.” Discovery, Vol.

52, No. 252, December 1, 2016, pp. 2331-2338..

Sadiartha, Anak Agung Ngurah Gede. 2016. Hegemoni dan Kontra

Hegemoni Pengelolaan Lembaga Perkreditan Desa. Denpasar:

Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar.

Safroni, Ladzi. 2012. Manajemen dan Reformasi Pelayanan Publik

dalam Konteks Birokrasi Indonesia. Yogyakarta: Aditya Media

Publishing.

Schein, E. 2004. Organizational cultureand leadership. Published by

Jossey-Bass A WileyImprint.

Rintuh, Cornelis dan Miar. 2005. Kelembagaan dan Ekonomi Rakyat.

Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.

Rosyad, Soleh dkk. 2012. Pengaruh Human Relation Terhadap Prestasi

Kerja Pegawai Dinas Pendapatan Dan Pengelolaan Keuangan

Daerah Di Kabupaten Lebak, E-Jurnal Management, Volume 1

Nomor 2, Tahun 2012, hlm., 2.

Undang-Undang Pemerintah RI No. 1 Tahun 2013 tentang Lembaga

Keuangan Mikro (LKM)

Windia, W. 2007. “Analisis Bisnis yang Berlandaskan Tri Hita Karana;

Sebuah Kasus Pelaksanaan/Penjabaran PIP Kebudayaan

UNUD”, Wahana, 57, 4-6.

Yoni, I Gusti Ayu. 2005. ”Peran Serta Lembaga Perkreditan Desa

(LPD) Desa Parakyatn Ubung, Denpasar dalam Menunjang

Kewirausahaan Nasabahnya: Perspektif Kajian Budaya” Tesis.

Denpasar: Universitas Udayana.

Downloads

Published

2017-10-31

How to Cite

Anak Agung Ngurah Gede Sadiartha. (2017). Lembaga perkreditan desa sebagai penopang keajegan budaya ekonomi masyarakat Bali . Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), 7(2), 1–18. Retrieved from https://ejournal1.unud.ac.id/index.php/kajianbali/article/view/5580