Kuasa di balik harmoni: Etnografi kritis relasi etnis Tionghoa dan etnis Bali di desa Pupuan, Tabanan, Bali
Keywords:
kuasa, harmoni, etnografi kritis, relasi etnis Tionghoa dan etnis Bali, etnopedagogik, desa PupuanAbstract
The relationship between Chinese and local society in Pupuan, Tabanan, Bali is realized through amalgamation marriage and participation as member of the local community organization of Desa Pakraman. This article analyzes the power relation behind the harmony. There are three problems to be discussed in this research i.e.: why the Chinese and Balinese ethnics at Pupuan Village live harmony?; how is the power dynamic behind the harmony relations in Pupuan Village?; and how is the model of education from etnopedagogic perspective which is conducted by two ethnics in Pupuan village? The research method applies qualitative descriptive method with critical ethnography approach. The data was gathered by deep interview, direct observation, and documents study and analyzed by interactive model with critis social theory.
The article concluded that the harmonius inter-ethnic relation is happened because power and capital which is played by two ethnics. The power dynamic behind harmonius relation is dynamic and dissolved, in term of religious, political, social cultural, and social economic aspect. In addition, etnophedagogic educational model developed by using variety of media such as media social organizations, social activities media through the model “ngayah” and “ngoupin”, tradition game media, traditionmedia story telling (mesatua), and ritual culture media in public.
References
Agger, Ben. 2013. Teori-TeoriSosial Kritis: Kritik, Penerapan dan Implikasinya
(Nurhadi Pentj.). Yogyakarta: Kreasi Wacana
Ardika, I Wayan. 2008. “Multikultural: Kearifan Lokal dengan Warga
Tionghoa di Bali” dalam Sulistyawati (ed.). Integrasi Budaya
Tionghoa ke Dalam Budaya Bali. Denpasar: Universitas Udayana
Beratha, Ni Luh Sutjiati, Ardika dan Dhana. 2010. Dari Tatapan Mata ke Pe-
laminan sampai di Desa Pakraman: Studi tentang Hubungan Orang Bali
dengan orang Cina di Bali. Denpasar: Udayana University Press.
Bourdieu, Pierre. 1984. Homo Academicus, Traslated by Peter Collier.
California: Stanford Univ.
Bourdieu, Pierre.1986. The Forms of Capital, In: Richardson J.G.(ed.)
Handbook of Theory and Research of the Sociology of Education, pp.241-
258. New York: Greenwood Press
Bourdieu, P. 1990. The Logic of Practice. Palo Alto. Stanford Univ. Press.
Bourdieu, Pierre.1991.Languageand Symbolic Power. (Gino Raymond,
Penerj.) Cambridge: Polity Press.
Bourdieu, Pierre.1992. An Invitation to Reflexive Sociology. Chicago: The
University of Chicago Press.
Coppel, Charles A. 1994. Tionghoa Indonesia Dalam Krisis.Jakarta: Pustaka
Sinar Harapan.
Foucault, Michel. 1980. Power/Knowledge. New York: Pantheon.
Foucault, Michel. 1997. Disiplin Tubuh, Bengkel Individu Modern.
Yogyakarta: LKiS.
Geriya, I Wayan. 2008. “Pola Hubungan Antaretnis Bali dan Tionghoa
dalam Dinamika Kebudayaan dan Peradaban” dalam Integrasi
Budaya Tionghoa ke Dalam Budaya Bali (Sebuah Bunga Rampai),
Sulistyawati (ed.). Denpasar: Universitas Udayana Bali.
Gramsci, A. 1968. Prison Notebooks. London: Lawrence & Wishart.
Habib, Achmad. 2004. Konflik Antaretnik di Pedesaan: Pasang Surut
Hubungan Cina-Jawa.Yogyakarta: LKiS.
Habermas, Jurgen. 1971. Knowledge and Human Interest. Boston: Beacon.
Hadi, Syamsul. 2009. Hubungan Indonesia Cina di Era Pasca Orde Baru:
Perspektif Indonesia dalam Merangkul Cina Hubungan Indonesia Cina
Pasca Orde Baru. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama
Milles, Matthew B. and A. Michael Huberman. 1992. Analisis Data
Kualitatif. (Tjetjep Rohendi Rohidi, penterj.). Jakarta: UI Press
Moleong, Lexy J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya
Mukhlison, Moch. 2014. “Teori Pendidikan Kritis Jurgen Habermas”
dalam Pendidikan Postmodernisme: Telaah Kritis Pemikiran Tokoh
Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Patria, Nezar, et.al. 2009. Antonio Gramsci: Negara & Hegemoni. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar
Poerwanto, Hari. 2005. Orang Cina Khek dari Singkawang. Depok:
Komunitas Bambu
Purdey, Jemma. 2006. Kekerasan Anti-Tionghoa di Indonesia 1996-1999.
Denpasar:Pustaka Larasan
Spradley, James P. 2006. Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana
Sugiyono,2005. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D.
Bandung: Alfabeta
Sulistyawati, Made. 2008. Integrasi Budaya Tionghoa ke dalam Budaya Bali.
Denpasar: Universitas Udayana
Sulthon, Ahmad. 2014. “Refleksi Pemikiran Pendidikan Michel
Foucault” dalam Pendidkan Modernisme: Telaah Kritis Pemikiran
Tokoh Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Surpha, I Wayan. 2012. Seputar Desa Pakaraman dan Adat Bali. Denpasar:
Pustaka Bali Post
Suryadinata, Leo. 1986. Politik Tionghoa Peranakan di Jawa. Jakarta: Sinar
Harapan
Suryadinata, Leo.1988. Kebudayan Minoritas Tionghoa di Indonesia (Dede
Oetomo, penterj.) Jakarta: PT. Gramedia
Suryadinata, Leo.1999. Etnis Tionghoa dan Pembangunan Bangsa. Jakarta:
LP3ES.
Suryadinata, Leo.2002. Negara dan Etnis Tionghoa: Kasus Indonesia.Jakarta:
LP3ES
Vasanty, Puspa. 1987. “Kebudayaan Orang Tionghoa Indonesia”,
dalam Koentjaraningrat, ed. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia.
Jakarta: Djambatan
Wirata, I Ketut. 2000. ”Integrasi Etnis Tionghoa di Desa Adat Carangsari,
Kecamatan Petang, Kabupaten Badung” Tesis S-2 Program Kajian
Budaya Program Pascasarjana Universitas Udayana
Yudha, I Putu Putra Kusuma. 2014. “Perubahan Identitas Budaya
Etnis Tionghoa di Desa Pupuan Kecamatan Pupuan Kabupaten
Tabanan”, Tesis S-2 Pascasarjana Program Studi Kajian Budaya
Universitas Udayana













